SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak 55 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menempati jabatan baru. Mereka dilantik dan diambil sumpah oleh Wakil Bupati (Wabup) Imam Hasyim di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (25/9).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan birokrasi untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi. Para pejabat diminta segera beradaptasi dan meningkatkan kinerja di tempat yang baru.
Wabup Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, pejabat yang baru saja dilantik harus giat bekerja dengan integritas serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Jabatan yang diberikan hari ini merupakan amanah dan tanggung jawab. Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, penuh integritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," katanya.
Menurutnya, pengisian maupun pergeseran jabatan harus berdampak pada peningkatan kinerja organisasi. Pejabat tidak cukup hanya memahami urusan administratif, tetapi juga harus memastikan program pemerintah memberi manfaat bagi masyarakat.
"Jangan sampai jabatan hanya dimaknai sebagai kedudukan. Yang lebih penting bagaimana jabatan itu digunakan untuk bekerja, melayani, dan menyelesaikan persoalan masyarakat," ucapnya.
Dia juga meminta pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas dan lingkungan kerjanya. Koordinasi serta komunikasi antarperangkat daerah perlu diperkuat agar pelaksanaan program dapat berjalan terpadu.
"Segera beradaptasi dengan tugas yang baru, bangun koordinasi dan komunikasi yang baik. Kita ingin seluruh perangkat daerah bergerak bersama sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik," pesannya.
Wabup juga mengingatkan para pejabat senantiasa menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Kata dia, kinerja pejabat harus diukur dari hasil kerja dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
"Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas, dan jangan menyalahgunakan kewenangan. Ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan hanya pada administrasi, tetapi juga manfaat yang dirasakan oleh masyarakat," tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Bashiri