Tim Gabungan Sidak Jukir PRB

Hera Marylia • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 12:00 WIB
DITERTIBKAN: Kepala Dishub Hasan Faisol bersama seluruh jajaran melakukan penertiban di area Alun-Alun Bangkalan pada Rabu (4/11) malam. (DISHUB BANGKALAN UNTUK JPRM)
DITERTIBKAN: Kepala Dishub Hasan Faisol bersama seluruh jajaran melakukan penertiban di area Alun-Alun Bangkalan pada Rabu (4/11) malam. (DISHUB BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan memastikan pengelolaan parkir di area Pekan Raya Bangkalan (PRB) 2026 berjalan tertib.

Yakni, dengan melakukan pendataan juru parkir (jukir) pada Rabu (4/11) malam.

Kepala Dishub Bangkalan Hasan Faisol menyampaikan, penertiban jukir dilakukan dengan melibatkan beberapa stakeholder.

Antara lain, petugas dari polres, TNI, satpol PP, dan tim satgas premanisme Pemkab Bangkalan.

Berdasar hasil pemantauan, tidak ditemukan lagi pelanggaran tata tertib maupun praktik parkir liar di sepanjang area PRB.

Jukir juga dilaporkan telah menggunakan karcis resmi sesuai tarif yang berlaku.

”Insyaallah sudah kami pastikan dan sudah kami data. Pengelolaan parkir di sekitar Alun-Alun Bangkalan sudah memiliki rekomendasi semua,” kata Hasan.

Meski demikian, pihaknya tidak ingin kecolongan. Pengawasan berkala akan terus dilakukan bersama tim gabungan.

Tujuannya, memastikan aturan perparkiran tetap dipatuhi selama PRB berlangsung.

DIDATA: Petugas dishub mendata juru parkir di sekitar Alun-Alun Bangkalan pada Rabu (4/11) malam. (DISHUB BANGKALAN UNTUK JPRM)
DIDATA: Petugas dishub mendata juru parkir di sekitar Alun-Alun Bangkalan pada Rabu (4/11) malam. (DISHUB BANGKALAN UNTUK JPRM)

Faisol meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pelanggaran di lapangan. Temuan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan.

”Apabila ada temuan, mohon langsung ditindak. Nanti diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Karena pemerintah harus hadir,” tegasnya.

Menurut Faisol, pemerintah harus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Namun, ketegasan tetap diperlukan untuk menjaga kewibawaan pemerintah dalam menegakkan aturan.

”Kadang kala kami harus mengalah. Namun, kadang kala kami juga harus menunjukkan bahwa kami mempunyai marwah. Jadi, kami tidak bisa diancam-ancam karena kami ini pemerintah yang mengedepankan pelayanan,” ujarnya.

Faisol berharap, penertiban tersebut memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berkunjung ke PRB.

Selain mencegah pungutan liar (pungli), pengawasan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik premanisme di lokasi tersebut. (ina/jup)

Editor : Hera Marylia
penertiban jukir pengelolaan parkir dishub parkir liar