
BANGKALAN, RadarMadura.id – Antusiasme peserta seminar yang dilaksanakan di kampus terbesar di Madura itu diapresiasi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Nunuk Kristiani.
Menurut dia, penguatan kompetensi nakes merupakan harga mati demi menghadirkan layanan terintegrasi dan aman bagi pasien.
”Dibutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan komitmen seluruh tenaga kesehatan dengan keselamatan pasien sebagai prioritas utama,” terangnya.
Seminar itu dirancang untuk membedah tiga aspek krusial. Yakni, manajemen risiko dan keselamatan pasien, komunikasi efektif lintas profesi, hingga manajemen stres dan resiliensi para nakes.
Baca Juga: UTM-Dinkes Gelar Seminar Kesehatan Peringati HKN Ke-62, Perkuat Kolaborasi Antarprofesi Nakes
Kegiatan tersebut juga terdaftar dalam sistem pembelajaran Kementerian Kesehatan melalui UOBK RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
Sehingga, peserta yang memenuhi ketentuan keikutsertaan berhak memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP).
”Kegiatan ini terdaftar dalam sistem pembelajaran Kemenkes, peserta berhak memperoleh SKP,” sambungnya.
Pembahasan materi menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Yakni, Dr. dr. Hj. Andiani yang mengupas tuntas tentang manajemen risiko dan keselamatan pasien.
Sementara Agus Salim Burhanuddin, menyampaikan materi komunikasi efektif dan kolaborasi interprofesi.

Kemudian Nailur Rohmah, berbicara manajemen stres dan kesejahteraan tenaga kesehatan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




