SUMENEP, RadarMadura.id – Pelestarian batik tidak cukup hanya dengan mengenakan kain bermotif khas setiap Hari Batik Nasional. Generasi muda perlu mengenal, mencintai, sekaligus menjaga batik sebagai warisan budaya bangsa. Pesan tersebut disampaikan Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Menurut Arif, batik merupakan bagian dari identitas budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya dikenal masyarakat saat momentum tertentu.
“Batik bukan sekadar kain. Di dalamnya terdapat nilai seni, budaya, dan identitas bangsa yang harus kita jaga bersama,” ucap Arif.
Arif mengajak masyarakat membiasakan memakai batik dalam berbagai kegiatan. Dukungan terhadap perajin dan pelaku usaha batik juga dinilai penting agar pelestarian budaya berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif.
“Biasakan memakai batik sekaligus dukung perajinnya. Dengan begitu, budaya tetap lestari dan ekonomi kreatif ikut tumbuh,” ujarnya.
Dia menambahkan, kekayaan budaya merupakan bagian terpenting dari identitas Sumenep. Karena itu, pelestarian dan pengembangan budaya harus terus dilakukan agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Generasi muda harus bangga dengan batik. Caranya dengan mengenal, menggunakan, dan menghargainya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh Arif.(iqb/yan)
Editor : Amin Bashiri