Dinkes P2KB Sumenep Percepat Integrasi Layanan Kesehatan Digital

Amin Bashiri • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB
Ellya Fardasah (Kepala Dinkes P2KB Sumenep)
Ellya Fardasah (Kepala Dinkes P2KB Sumenep)

SUMENEP, RadarMadura.id –.Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep terus memperkuat digitalisasi layanan kesehatan.

Salah satunya dengan mengintegrasikan sistem informasi puskesmas (Simpus) dengan platform nasional SATUSEHAT.

Langkah tersebut dilakukan untuk membangun sistem layanan kesehatan yang lebih terintegrasi di tingkat puskesmas.

Dinkes P2KB mendorong agar pengelolaan data pasien tidak lagi berjalan sendiri-sendiri di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasah mengatakan, integrasi Simpus dengan SATUSEHAT menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan informasi kesehatan.

Melalui sistem tersebut, rekam medis pasien dapat dicatat dan dikelola secara elektronik.

“Melalui Simpus ini, data rekam medis pasien dapat dikelola secara elektronik dan dihubungkan dengan platform SATUSEHAT,” katanya.

Menurut Ellya, keterhubungan sistem tersebut penting agar data kesehatan dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Tidak hanya menjadi arsip di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga terhubung dengan ekosistem informasi kesehatan nasional. 

Dengan sistem yang terintegrasi, tenaga kesehatan diharapkan dapat memperoleh informasi klinis pasien secara lebih lengkap.

Kondisi itu dinilai dapat membantu proses pelayanan sekaligus mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data.

“Pemanfaatan data secara terintegrasi diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi klinis yang lebih lengkap dalam mendukung pelayanan kepada pasien,” jelasnya.

Pihaknya memastikan transformasi digital tidak berhenti pada penerapan teknologi. Sistem tersebut diarahkan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan.

“Bagi kami, transformasi digital kesehatan bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tenaga kesehatan melalui layanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data,” imbuh Ellya. (iqb/yan)

Editor : Amin Bashiri
layanan kesehatan digital Dinkes P2KB Sumenep