Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus ISPA di Sumenep Tembus Angka 1.970

A
Penulis: Amin Bashiri❯
MEGAH: Pengendara melintas di depan kantor Dinkes P2KB Sumenep di Jalan Jokotole, Desa Geddungan, Kecamatan Batuan, Selasa (8/9).
MEGAH: Pengendara melintas di depan kantor Dinkes P2KB Sumenep di Jalan Jokotole, Desa Geddungan, Kecamatan Batuan, Selasa (8/9).

Advertisement

 

BATUAN, RadarMadura.id – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumenep terus bertambah. Hingga Agustus 2026, tercatat ada 1.970 kasus. Karena itu, masyarakat Kota Keris diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Ahmad Syamsuri mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran panyakit ISPA. Sebab, hingga Agustus 2026, tercatat 1.970 kasus.

Advertisement

Angka tersebut sudah mendekati total kasus sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 2.844 kasus. Bahkan, jumlah kasus tahun ini berpotensi bertambah. ”Makanya saya minta kita waspada terhadap ISPA ini,” katanya.

Syamsuri menyampaikan, ISPA dapat menyerang semua kelompok usia. Mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia. Apabila tidak ditangani dengan maksimal, penyakit tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

”Kami akan berusaha untuk menangani kasus ini dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, ISPA umumnya disebabkan oleh virus maupun bakteri. Jika gejala ringan, penderita biasanya dapat pulih dalam tiga hingga sepuluh hari dengan catatan daya tahan tubuhnya baik.

Namun, ISPA yang disebabkan bakteri dapat berkembang lebih berbahaya. Gejalanya bisa disertai demam sehingga membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan. ”Jadi, pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab penyakit,” ungkap Syamsuri.

Dia mengimbau masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Termasuk menggunakan masker saat berada di tempat ramai. ”Kalau gejalanya semakin berat, seperti demam dan sesak napas, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya. (iqb/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dinkes P2KB Sumenep Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

Dinkes P2KB Sumenep Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasah mengatakan, di usia ke-757 ini, Sumenep harus semakin jaya, termasuk jaya dalam hal kesehatan masyarakatnya

Dinkes P2KB Sumenep Percepat Integrasi Layanan Kesehatan Digital

Dinkes P2KB Sumenep Percepat Integrasi Layanan Kesehatan Digital

Dinkes P2KB mendorong agar pengelolaan data pasien tidak lagi berjalan sendiri-sendiri di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes P2KB Sumenep Dorong Pesantren Perkuat Kesehatan Santri

Dinkes P2KB Sumenep Dorong Pesantren Perkuat Kesehatan Santri

Terdapat 31 peserta yang terdiri atas santriwati, santri husada, pengurus pondok, serta pendamping dari Puskesmas Manding yang mengikuti kegiatan tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer