SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep menargetkan program rumah tidak layak huni (RTLH) rampung pada pertengahan Desember mendatang.
Distribusi bahan bangunan dipercepat untuk mengantisipasi musim hujan yang berpotensi menghambat pengerjaan.
Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimhub Sumenep Noviana Citrayani mengatakan, pihaknya mulai mempercepat pengiriman material ke lokasi penerima bantuan.
Tujuannya, agar proses pembangunan tidak terkendala cuaca dan menghindari keterlambatan pasokan bahan bangunan.
”Sekarang mulai dikebut untuk dropping bahan, karena ditakutkan nanti keburu masuk musim hujan,” ujarnya.
Menurutnya, pengadaan bahan bangunan melibatkan tujuh toko penyedia.
Empat toko berada di wilayah daratan, sedangkan tiga lainnya melayani kebutuhan material di wilayah kepulauan.
Percepatan distribusi dinilai penting karena ketersediaan bahan bangunan di sejumlah toko terbatas.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak mengganggu jadwal pengerjaan RTLH yang telah ditetapkan.
”Makanya kita percepat karena ketersediaan bahan bangunan di sejumlah toko mulai terbatas,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengingatkan disperkimhub agar pelaksanaan program bantuan tersebut tidak molor.
Dia meminta percepatan pengerjaan tetap diimbangi dengan kualitas bangunan yang memenuhi standar kelayakan.
”Jangan hanya mengejar cepat selesainya, bangunannya harus benar-benar layak,” tegasnya.
Selain itu, dia juga meminta agar distribusi material, terutama ke wilayah kepulauan, berjalan tanpa hambatan.
Sebab, kendala pengiriman berpotensi menghambat pengerjaan dan membuat penyelesaian program melampaui target.
”Proses dropping bahan harus dipastikan tepat waktu agar tidak memengaruhi proses pengerjaan,” pintanya. (tif/bil)
Editor : Amin Bashiri