SAMPANG, RadarMadura.id – Kasus influenza di Kabupaten Sampang terus merangkak naik. Dinkes KB Sampang mencatat jumlahnya mencapai ratusan kasus. Mayoritas yang terjangkit usia anak dan lansia. Sayangnya, imunisasi influenza untuk mencegah virus tersebut tidak gratis.
Ketua Tim Surveilans Imunisasi Dinkes KB Sampang Laili Nafilah menyampaikan, kasus influenza pada minggu ke-37 mencapai 776 kasus. Akibat tingginya kasus tersebut rumah sakit penuh dengan pasien. Gejalanya bermula dari demam dan sakit kepala dan disertai lemas.
”Mayoritas yang terserang itu anak dan lansia yang memang secara imun bergantung pada daya tahan tubuh,” katanya Senin (28/9).
Dia menjelaskan, kasus tersebut selama ini masih diatasi dengan cara pengobatan di tingkat fasilitas kesehatan (faskes). Virus tersebut juga bisa dicegah dengan imunisasi influenza. Sayangnya, imunisasi tersebut saat ini harus berbayar. Timnya juga bergerak melakukan pencegahan dengan sosialisasi melalui media sosial.
”ISPA bisa dicegah dengan imunisasi influenza. Cuma kalau untuk anak-anak berbayar, belum masuk program pemerintah. Selama ini untuk jemaah haji juga berbayar, tidak hanya anak,” paparnya.
Warga Desa Pulau Mandangin, Sampang Nikmatul Hasanah sempat khawatir anaknya terpapar virus. Sebab, beberapa hari lalu putrinya panas tinggi. Beruntung setelah diperiksa, tidak didiagnosis influenza.
Dia berharap vaksin influenza juga bisa didistribusikan secara gratis kepada masyarakat. ”Kami untuk membeli masih berpikir dua kali. Perekonomian kami merosot karena nelayan sekarang banyak yang tidak bekerja. Di sisi lain kami butuh imunisasi itu” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Bashiri