SAMPANG, RadarMadura.id – Kasus influenza di Kabupaten Sampang terus melonjak. Hal itu terlihat dalam periode minggu ke-35 sampai minggu ke-37. Data di Dinkes KB Sampang tercatat, kasus mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 700 orang.
Ketua Tim Surveilans Imunisasi Dinkes KB Sampang Laili Nafilah menyampaikan, angka imunisasi di Kabupaten Sampang memang tinggi. Hal itu karena dampak varian virus flu musiman yang menyebar melalui udara.
”Virus ini biasanya menyerang imun yang lemah, makanya kita harus perbanyak minum air putih,” katanya kemarin (28/9).
Di Kabupaten Sampang penyakit yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) itu tergolong tinggi. Pada periode minggu ke-35 jumlah kasus yang diagnosis mencapai 469 orang. Pada minggu ke-36 ada 501 kasus. Lalu pada periode minggu ke-38 kasus tersebut mencapai 776 kasus.
”Selain karena faktor kemarau, mobilitas masyarakat ikut juga menjadi faktor,” ungkapnya.
Lalu menelaskan, gejala influenza biasanya demam disertai batuk. Tubuh mengalami lemas dan pusing. Data dinkes KB menyebut jika ratusan kasus itu mayoritas menyerang anak-anak dan lanjut usia (lansia).
”Karena mereka secara imum rentan tertular terutama penderita komorbid seperti asma dan jantung,” ungkapnya.
Menurutnya, paling banyak kasus itu ditemukan di daerah wilayah kota. Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan pakai masker. Sehingga, tidak seperti kabupaten lain yang sudah menduduki posisi merah.
”Sampang Alhamdulillah masih aman, tapi tetap kami sosialisasikan mengenai kewaspadaan ini melaui beberapa media,” tandasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Bashiri