SUMENEP, RadarMadura.id – Pengisian jabatan kepala sekolah menjadi salah satu perhatian dalam penataan satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep.
Hingga kini, masih terdapat 268 jabatan kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP yang membutuhkan pengisian.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi menilai pengisian kepala sekolah tidak sekadar berkaitan dengan administrasi kepegawaian.
Menurutnya, keberadaan kepala sekolah definitif penting untuk memastikan kewenangan dan kebijakan di satuan pendidikan berjalan optimal.
"Jangan sampai sekolah terlalu lama dipimpin Plt Kepala sekolah itu bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi pimpinan, tetapi menyangkut kewenangan mengambil kebijakan dan memastikan program sekolah berjalan secara jelas," katanya.
Dia menilai, kepala sekolah definitif memiliki kepastian dalam menjalankan program dan mengambil kebijakan.
Sebaliknya, kepemimpinan yang terlalu lama berstatus pelaksana tugas (Plt) dikhawatirkan membatasi ruang pengambilan keputusan strategis.
"Kalau statusnya masih Plt, tentu ada batas-batas kewenangan yang harus diperhatikan. Karena itu, pengisian kepala sekolah definitif harus menjadi prioritas, bukan dibiarkan berlarut-larut," ucapnya.
Ramzi mengingatkan agar proses pengisian 268 jabatan tersebut tidak sekadar mengejar terpenuhinya jumlah kebutuhan.
Kompetensi dan kemampuan calon kepala sekolah harus menjadi pertimbangan utama.
"Jangan hanya mengejar agar 268 jabatan itu terisi. Yang lebih penting, orang yang ditempatkan harus mampu menjalankan tugas dan membuat kebijakan yang berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan," tegasnya.
Sebab itu, Ramzi meminta Pemkab Sumenep segera menuntaskan persoalan tersebut.
Kepastian kepemimpinan dinilai penting agar program sekolah dapat berjalan berkesinambungan tanpa terkendala status jabatan.
"Sekolah membutuhkan kepastian kepemimpinan. Jangan sampai karena proses administrasi, kebijakan strategis di sekolah ikut tertahan. Pemerintah harus punya target yang jelas kapan semua sekolah bisa memiliki kepala sekolah definitif," tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Bashiri