SUMENEP, RadarMadura.id – Kebijakan antar pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Sumenep bakal berubah total. Pasalnya, Asosiasi Kepala Desa (AKD) yang selama ini menjadi dimensi dan tolok ukur kebersamaan para kades telah resmi membubarkan diri dan melebur menjadi Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI).
Dengan bubarnya AKD, otomatis kepemimpinan Kades Pangarangan Miskun Legiono sebagai Ketua AKD Sumenep sudah berakhir. Saat ini secara resmi telah digantikan oleh Kades Pinggirpapas Abdul Hayat sebagai Ketua PKDI Sumenep setelah mengalahkan Miskun Legiono dalam pemilihan yang digelar di Aula DPMD Sumenep pada Rabu (14/5).
Ketua PKDI terpilih, Abdul Hayat menyampaikan, saat ini AKD sudah melebur menjadi PKDI. Sehingga, mulai saat ini AKD sudah tidak ada lagi di Kota Keris, dan digantikan dengan PKDI.
Baca Juga: Haru, Ibu dan Anak di Sampang Memilih Muallaf Bersama di Kantor PCNU
”Sebetulnya kan sama, cuman berganti baju saja,” katanya.
Kades yang akrab disapa Haji Obet itu menuturkan, ada dua calon dalam pemilihan Ketua PKDI Sumenep. Yakni Miskun Legiono bersama dengan dirinya.
“Kebetulan saat ini teman-teman kades mempercayakan kepada saya untuk menahkodai PKDI,” tuturnya.
Sementara Misgun Legiono, saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat PKDI Sumenep. ”Untuk susuran kepengurusan lengkapnya, besok masih akan kita rapatkan lebih lanjut,” ujarnya.
Baca Juga: Kejaksaan Sumenep Belum Tetapkan Tersangka atas Perkara Dugaan Penyelewengan Program BSPS
Haji Obet menyatakan, pihaknya kedepan akan terus menjalin kemitraan dan komunikasi yang baik dengan semua pihak. Sebab, hal itu untuk kepentingan bersama. Selain itu, dia berharap, PKDI kedepan bisa terus bersama dan menjadi kekuatan untuk membangun desa.
”Kami ingin desa-desa di Sumenep terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah pusat di daerah. Sehingga, dapat berjalan dengan baik,” harapnya. (tif)
Editor : Hendriyanto