Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sajak Ainun Nafis

A
Penulis: Amin Basiri❯
Surreal scene with various elements, gold fish, celo man with red umbrella
Surreal scene with various elements, gold fish, celo man with red umbrella

Advertisement

 

Petani Topi Miring

Di sekujur tubuhku
terlilit tali dan sekantong air
memikul tanpa mengenal haus
demi membasahi tubuh tembakau

Advertisement

Siluet terpampang jelas di belakang petani itu
menggambarkan wajah sendu
kepada sang pencipta.

Matahari dengan tega menyuruh
keringat untuk membakar tubuh telanjangnya.

Manakala hujan menghampiri
wajahnya semakin menjadi
terus, apa yang kau minta?
ucap cakrawala dengan nada suara tinggi.

Advertisement

Aku hanya ingin dia
menyalimi tanganku.

Lubtara, 2026


Sampai Jumpa Senja

Senja mengucapkan salam terakhirnya
pada ribuan jiwa penghuni bumi,
sebelum senyuman itu pudar 
pohon pun hormat dengan ranting yang tegak.

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Puisi J. Akit Lampacak

Puisi J. Akit Lampacak

pada saatnya buih itu sampai ke matamu seprti kerikil yang terlempar dari kaki masa kecil tentu kau akan mendengar suara angin seperti riuh burung pagi kehilangan mimpi gemerciknya menggelinding mengaliri ruang sunyi

Puisi Ririe Rengganis

Puisi Ririe Rengganis

Ibu selalu membawa laut di rambutnya....

Puisi-puisi Moh. Riski Kohar

Puisi-puisi Moh. Riski Kohar

Engkau bukan sekadar singgah yang lewat sepintas, Melainkan rumah tempat jiwaku melepas lelah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer