Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Advertisement
Petani Topi Miring
Di sekujur tubuhku
terlilit tali dan sekantong air
memikul tanpa mengenal haus
demi membasahi tubuh tembakau
Advertisement
Siluet terpampang jelas di belakang petani itu
menggambarkan wajah sendu
kepada sang pencipta.
Matahari dengan tega menyuruh
keringat untuk membakar tubuh telanjangnya.
Manakala hujan menghampiri
wajahnya semakin menjadi
terus, apa yang kau minta?
ucap cakrawala dengan nada suara tinggi.
Advertisement
Aku hanya ingin dia
menyalimi tanganku.
Lubtara, 2026
Sampai Jumpa Senja
Senja mengucapkan salam terakhirnya
pada ribuan jiwa penghuni bumi,
sebelum senyuman itu pudar
pohon pun hormat dengan ranting yang tegak.
Advertisement
Radar MaduraIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement




