SUMENEP, RadarMadura.id – Pembangunan Pelabuhan Wisata di Kecamatan Kalianget rampung tahun lalu.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget mengingatkan agar keberadaan prasarana transportasi laut itu harus sesuai dengan standar agar tidak membahayakan.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di lapangan, belum ada satu pun kapal yang sandar di fasilitas yang menelan anggaran jumbo tersebut. Bahkan, akses menuju dermaga masih ditutup bambu. Akibatnya, warga yang ingin mengetahui dermaga itu harus berjalan kaki.
Pelabuhan dibangun secara bertahap dalam tiga kali tahun anggaran. Yakni, 2021, 2022, dan 2023. Rekanan yang menjadi pelaksana proyek itu berbeda-beda. Tahun pertama PT Lumbung Jaya Artho Barokah, CV Trio Cupank, dan CV Maikohada (selengkapnya lihat grafis).
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas mengaku belum tahu pemanfaatan pelabuhan itu. Sebab, belum ada komunikasi bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep.
”Saya juga tidak tahu itu pelabuhan khusus apa. Bilangnya hanya khusus penumpang orang saja,” katanya.
Pengoperasian pelabuhan itu menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Sebab, pembangunannya bersumber dari APBD Sumenep. Meskipun di tahun pertama pembangunan dilakukan anggarannya berasal dari bantuan keuangan (BK) Pemprov Jatim.
Namun pada prinsipnya, pelabuhan itu harus layak fungsi dan memenuhi standar operasi sehingga tidak membahayakan kapal saat sandar.
”Yang penting kapal bisa sandar di situ. Jangan sampai nanti tidak bisa sandar dan membahayakan orang,” sambung Anas.
Berdasar informasi yang diterima, Pemkab Sumenep akan menyediakan kapal khusus di pelabuhan itu. Jadi, kapal yang digunakan harus layak operasi, jangan justru membahayakan penumpang.
”Intinya, nanti kapal yang digunakan untuk menawa penumpang dari pelabuhan wisata itu harus layak laut,” tuturnya.
Anas juga mengaku belum tahu detail, apakah pelabuhan itu sudah dilakukan proses uji sandar atau belum.
Sebab, sejauh ini belum ada koordinasi ke institusinya. ”Kami tidak diberi kabar soal uji cobanya,” imbuh Anas.
Sementara itu, Kepala Disperkimhub Sumenep Yayak Nurwahyudi belum bisa dimintai keterangan berkenaan dengan keberadaan pelabuhan wisata tersebut. Sebab saat dibuhungi ke nomor handphone-nya, dia tidak merespons. (iqb/jup)
Editor : Ina Herdiyana