Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bersumber dari DBHCHT, Anggaran Belanja Sound System di Gedung APHT

A
Penulis: Amin Basiri❯
TEMPAT USAHA: Pengendara melintas di depan Gedung APHT yang berada di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.
TEMPAT USAHA: Pengendara melintas di depan Gedung APHT yang berada di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Advertisement

SUMENEP, RadarMadura.id - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp 35.068.400 untuk pengadaan peralatan studio audio di kawasan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT). Anggaran puluhan juta itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026.

Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli menyampaikan bahwa perangkat audio tersebut akan digunakan untuk menunjang berbagai fasilitas yang ada di kawasan APHT. Misalnya untuk ruang rapat, musala, serta fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, terkait rincian spesifikasi maupun jenis peralatan yang akan dibeli, Ramli menyebut data tersebut berada pada staf teknis yang menangani kegiatan pengadaan tersebut. “Rincian dan jenis barangnya, datanya ada di staf saya,” terangnya.

Advertisement

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan bahwa setiap penggunaan DBHCHT harus benar-benar berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pelaku industri hasil tembakau. Oleh karena itu, pengadaan sound system senilai Rp35 juta itu perlu dipastikan lagi kebermanfaatannya untuk pengembangan APHT.

“Jangan sampai anggaran DBHCHT digunakan untuk belanja yang kurang memiliki dampak langsung terhadap pengembangan usaha, peningkatan kualitas produksi, atau pemberdayaan tenaga kerja tembakau,” tegasnya.

Menurutnya, DKUPP harus mampu membuktikan bahwa pengadaan itu memang merupakan kebutuhan prioritas, bukan hanya sekadar pelengkap fasilitas.

Advertisement

Apalagi, masih banyak kebutuhan lain di kawasan APHT yang dinilai lebih mendesak untuk menunjang aktivitas industri dan menarik minat pelaku usaha.

“Jika fasilitas yang dibeli tidak memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap operasional APHT, maka perlu dilakukan evaluasi agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran,” tandasnya. (tif/yan)

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

kemajuan Sumenep ke depan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan seluruh agenda pembangunan.

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan menggelar rapat Timpora Sumenep untuk memperkuat pengawasan WNA, sinkronisasi data, dan koordinasi lintas instansi.

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Kota Keris.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer