BANGKALAN, RadarMadura.id – Laga Madura United (MU) kontra PSIS Semarang pada Minggu (16/3) menjadi pertandingan terakhir Liga 1 di Maret 2025.
Pasca pertandingan yang dimenangkan MU dengan skor 2-1 itu, Liga 1 diliburkan karena adanya FIFA Matchday dan libur nasional Hari Raya Idul Fitri.
Karena hasil positif itu, tim pelatih dan pemain MU dapat menikmati libur kompetisi dengan penuh sukacita.
Kemenangan yang diraih atas PSIS Semarang membuat MU keluar dari zona degradasi.
Meskipun, poin MU masih riskan digeser tiga tim di bawahnya. Yakni, PSIS Semarang, Semen Padang FC, dan PSS Sleman.
Pelatih MU Alfredo Vera mengaku sudah memprediksi pertandingan melawan PSIS Semarang akan berjalan alot.
Sebab, kedua tim sama-sama mengincar tiga poin demi menjauh dari zona degradasi.
”Tapi, kami bersyukur kemenangan bisa didapatkan (tim) kami. Bahkan, selama babak pertama, kami bisa menguasai pertandingan,” ujarnya.
Waktu yang dibutuhkan tim kebanggaan masyarakat Pulau Garam untuk keluar dari zona degradasi cukup panjang.
Sebab, MU menghuni zona merah sejak enam bulan lalu. Tepatnya, setelah ditumbangkan Persis Solo dengan skor 4-0, Jumat (23/9/2024).
Pasca itu, MU kian tercecer di papan bawah klasemen Liga 1. Pergantian pelatih sudah pernah dilakukan dari Widodo Cahyono Putro ke Paulo Menezes.
Namun, upaya itu belum membuat performa MU stabil. MU mulai menemukan ritme terbaiknya saat Alfredo Vera datang menjadi juru taktik.
Dari sembilan laga yang dijalani, MU berhasil meraih empat kemenangan, empat imbang, dan sekali kalah.
Sementara pemain MU Taufik Hidayat mengaku sangat bersyukur bisa meraih tiga angka dari Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (16/3). Hasil itu sangat berarti bagi MU.
”PSIS Semarang rumah pertama bagi saya. Tapi, saya harus profesional, karena tim yang saat ini saya bela Madura. Semoga PSIS Semarang bisa keluar dari situasi ini,” katanya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia