SAMPANG, RadarMadura.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang kelimpungan. Sebab, rencana anggaran untuk pembinaan cabang olahraga (cabor) belum bisa ditentukan.
Dana hibah yang diterima KONI Sampang terbatas. Jumlah yang disepakati pemerintah daerah Rp 1.750.000.000.
Mau tak mau, lembaga yang menaungi olahraga di Kota Bahari itu harus irit pengeluaran.
”Dana itu juga masih akan dipakai untuk menutupi reward untuk atlet pemenang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur,” ujar Ketua Umum (Ketum) KONI Sampang Abd. Wasik kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Wasik mendorong agar seluruh cabor di bawah binaannya tetap aktif dan berprestasi.
Sebab, lembaganya akan mempertimbangkan jumlah anggaran pembinaan bagi cabor yang memenuhi unsur tersebut.
Direktur Teknik dan Konsultan KONI Sampang Soldier of Fortuna menyatakan, cabor cukup bergantung pada ketersediaan anggaran.
Sebab, hal itu bisa berimbas pada pembinaan yang akan diterima oleh setiap atlet.
”Misalnya, untuk bisa berprestasi, atlet perlu mengikuti kompetisi. Kemudian untuk bisa ke tahap itu, cabor membutuhkan anggaran dalam mengikuti event olahraga tersebut,” tuturnya.
Pria yang karib disapa Dier itu meyakini bahwa Sampang tidak kekurangan sumber daya manusia (SDM) olahraga.
Prestasi bisa saja semakin meningkat jika pembinaan bagi atlet berhasil dilakukan oleh cabor. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia