Aktivasi IKD Sampang Terendah se-Jatim

Amin Bashiri • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:51 WIB
AKTIFASI: Anggota Polres saat melakukan pengaktifan IKD di Polres Sampang beberapa waktu lalu.
AKTIFASI: Anggota Polres saat melakukan pengaktifan IKD di Polres Sampang beberapa waktu lalu.

SAMPANG, RadarMadura.id – Capaian aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) di Kabupaten Sampang masih rendah.

Bahkan, capaian tersebut menjadi yang terendah di wilayah Jawa Timur. Kondisi ini mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Plt Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang Rahmawati Agustianingsih mengatakan, upaya percepatan aktivasi IKD terus digalakkan.

Terlebih, saat ini IKD juga dikaitkan dengan program perlindungan sosial (perlinsos).

”Masyarakat sudah mulai sadar untuk melakukan aktivasi IKD,” katanya, Rabu (28/10).

Rahmawati mengungkapkan, target aktivasi IKD di Sampang tahun ini sebanyak 228.687 orang.

Jumlah tersebut setara dengan 30 persen dari penduduk wajib KTP yang telah melakukan perekaman. 

Berdasarkan data Dispendukcapil, jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman KTP di Sampang mencapai 762.289 orang.

”Memang masih rendah, baru tercapai 1,66 persen,” ungkapnya.

Menurut dia, rendahnya capaian tersebut mendorong Pemprov Jatim untuk membantu percepatan aktivasi IKD di Sampang. Bantuan itu dijadwalkan berlangsung sekitar pertengahan bulan.

”Ini untuk membantu Kabupaten Sampang karena capaiannya paling rendah se-Jatim,” tuturnya.

Rahmawati menilai, salah satu penyebab rendahnya capaian aktivasi IKD adalah kesadaran masyarakat.

Karena itu, upaya percepatan juga akan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kecamatan. ”Termasuk juga menggandeng kecamatan,” pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Amin Bashiri
sampang ikd