SAMPANG, RadarMadura.id – Tunggakan pajak kendaraan dinas (randis) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang cukup tinggi.
Membengkaknya tagihan tersebut ditengarai karena sejumlah randis tidak memiliki surat-surat kendaraan bermotor yang lengkap. Tercatat, sedikitnya 111 randis diketahui tidak memiliki dokumen lengkap.
Kabid Pengelolaan Aset BPPKAD Sampang Achmad Murang menyampaikan, pembayaran tunggakan pajak randis memang terkendala sejumlah faktor.
Di antaranya, nomor rangka yang sudah tidak terbaca dan surat-surat kendaraan bermotor yang tidak lengkap.
Kondisi tersebut disebabkan minimnya kesadaran pengguna aset untuk menyimpan dokumen dengan baik.
”Insyaallah yang tahun berjalan pasti terbayar, tapi ada yang STNK-nya tidak ada,” katanya Senin (19/10).
Dijelaskan, hilangnya surat-surat tersebut merupakan dampak dari seringnya pergantian pengguna aset, terutama saat terjadi rotasi dan mutasi jabatan.
Meskipun begitu, tanggung jawab pengurusan dokumen kendaraan bermotor tersebut berada pada organisasi perangkat daerah (OPD).
”Ngurusnya ini ke samsat juga untuk duplikatnya dan kami tidak menganggarkan itu,” tambahnya.
Jumlah randis yang tidak memiliki surat-surat lengkap mencapai 111 kendaraan. Perinciannya, 96 kendaraan tidak memiliki STNK, 8 kendaraan tidak memiliki BPKB, dan 7 kendaraan tak memiliki dua dokumen tersebut.
Mayoritas randis yang tidak lengkap dokumennya berada di dinas kesehatan dan keluarga berencana (dinkes KB) serta dinas pendidikan (dispendik).
Menurutnya, dirinya telah mengimbau setiap OPD untuk mengurus dokumen kendaraan yang hilang.
Sebab, kondisi tersebut berdampak pada proses pembayaran pajak setiap lima tahun, sehingga berpotensi menyebabkan membengkaknya tagihan pajak. ”Jika pergantian pelat lima tahunan ini kami kesulitan,” jelasnya.
Kasubbag Keuangan Dinkes KB Sampang Muhammad Maman Firmansyah menyampaikan, pihaknya rutin menganggarkan pembayaran pajak kendaraan dinas setiap tahun.
Termasuk kendaraan operasional di tingkat puskesmas. Namun, dirinya belum mengetahui secara pasti jumlah randis yang menunggak karena terkendala dokumen kendaraan bermotor.
”Nanti kami cek dulu dan telusuri dulu berapa kendaraan yang suratnya tidak lengkap,” tandasnya. (ay/han)
Editor : Hera Marylia