SAMPANG, RadarMadura.id – Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) menjadi rujukan dalam memantau program bantuan sosial (bansos) secara mandiri. Meski begitu, aktivasi data di Kabupaten Sampang masih rendah.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos PPPA Sampang Erwin Elmi Syahrial menyampaikan, Perlinsos merupakan program dari pemerintah pusat dengan tujuan agar bansos tepat sasaran.
Sistem data yang ada di Perlinsos berbasis nomor induk kependudukan (NIK) yang syaratnya wajib mengaktifkan identitas kependudukan digital (IKD).
”Perlinsos ini pembaruan sistem digitalisasi dan untuk KPM penerima bansos itu wajib terdaftar,” katanya Rabu (7/10).
Aktivasi Perlinsos tidak hanya berlaku bagi keluarga penerima manfaat (KPM) penerima bantuan. Masyarakat pada umumnya juga bisa melakukan aktivasi.
Data dashbord Perlinsos, terdapat 361.339 kartu keluara (KK) se-Kabupaten Sampang. Namun yang melakukan aktivasi baru 3.258 KK.
”Data itu jumlah Perlinsos dari tanggal 8 Oktober 2026,” ungkapnya.
Erwin mengutarakan, capaian aktivasi Perlinsos memang masih rendah atau baru mencapai 0,90 persen.
Sebab, sistem Perlinsos selama tiga hari mengalami pemeliharaan sehingga capaian tersebut belum maksimal.
”Jadi semua agen Perlinsos tidak bisa melakukan entry data,” tuturnya.
Menurutnya, aktivasi Perlinsos ditarget rampung akhir tahun. Dia tidak memungkiri penyaluran bansos seperti PKH dan BPNT perlahan akan mengacu pada Perlinsos.
”Tapi SIKS-NG tetap digunakan. Hanya, Perlinsos jadi data base penerima KPM yang harus terdaftar,” paparnya.
Agen Perlinsos Moh. Hakim menyampaikan, digitalisasi Perlindungan Sosial bagian dari tata kelola bantuan sosial yang akurat, transparan, dan akuntabel untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Untuk itu, dirinya meminta seluruh SDM PKH untuk mendampingi percepatan pemutakhiran data.
”Keberhasilan Perlinsos tidak hanya ketika data terintegrasi dalam sistem. Tapi, secara tepat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap pria yang juga Ketua Tim SDM PKH Sampang itu. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia