Kader Posyandu Diminta Terus Tingkatkan Kompetensi

Hera Marylia • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:37 WIB
CERIA: Ketua TP PKK Sampang Selviana Slamet Junaidi (dua dari kanan) saat menghadiri kegiatan Jambore Kader Posyandu di Pendopo Trunojoyo, Sampang, Rabu (23/9). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
CERIA: Ketua TP PKK Sampang Selviana Slamet Junaidi (dua dari kanan) saat menghadiri kegiatan Jambore Kader Posyandu di Pendopo Trunojoyo, Sampang, Rabu (23/9). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Ketua TP PKK Sampang Selviana Slamet Junaidi menghadiri kegiatan Jambore Kader Posyandu 2026.

Pada kesempatan tersebut, dia mengajak seluruh kader posyandu menunjukkan perannya dalam mewujudkan masyarakat Sampang yang lebih sehat.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Kader Posyandu Kabupaten Sampang itu menyampaikan selamat kepada para kader yang telah diwisuda.

Dia meminta kader posyandu yang telah diwisuda tidak mudah berpuas diri dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.

”Teruslah belajar dan teruslah semangat mengabdi untuk masyarakat Kabupaten Sampang,” bebernya.

Perempuan berhijab itu mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah bertekad menjalankan transformasi sistem kesehatan Indonesia melalui enam pilar transformasi kesehatan.

Salah satu pilar utama yaitu transformasi layanan primer yang dijalankan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam pencapaian indikator kesehatan nasional.

Menurutnya, salah satu bentuk transformasi layanan primer ialah perubahan dalam pelaksanaan kegiatan posyandu.

Sebab, dengan adanya transformasi layanan primer, sasaran posyandu tidak hanya balita, ibu hamil, dan ibu nifas. ”Tetapi mengarah kepada seluruh siklus kehidupan,” terangnya.

Selviana menerangkan, kader posyandu sudah seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang pada 2024, jumlah kader posyandu mencapai 4.391 orang.

”Tapi yang sudah terlatih baru 3.126 orang. Sedangkan yang telah dilakukan penilaian sebanyak 25 orang berkompetensi, dan kader baru sebanyak 120 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, posyandu membutuhkan dukungan dari seluruh lintas sektor.

Terutama pemerintah desa yang akan melaksanakan kegiatan posyandu, mengingat posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan desa (LKD).

”Kader posyandu merupakan garda terdepan lantaran sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab, kader posyandu menjadi mobilisator dan penyambung lidah pada tenaga kesehatan dalam menghadapi masalah kesehatan yang ada di Kabupaten Sampang,” tandasnya. (bai/han)

Editor : Hera Marylia
sistem kesehatan Indonesia transformasi layanan primer tp pkk sampang kader posyandu