SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah tempat pengolahan sampah reduce, reuse, and recycle (TPS 3R) Kabupaten Sampang masih minim. Sejauh ini, TPS 3R hanya tersebar di tujuh desa dan kelurahan.
Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang Aulia Arif menyampaikan, keberadaan TPS 3R sangat membantu menekan tonase sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sebab, sampah organik dan anorganik bisa dikelola di TPS 3R.
”Setiap hari, di Sampang menghasilkan kurang lebih 20 ton sampah,” katanya Selasa (11/11).
Sebaran TPS 3R belum menyeluruh di desa. TPS 3R hanya berdiri di enam kelurahan di Kecamatan Sampang dan satu desa di Kecamatan Pangarengan. Tahun ini, DLH Perkim Sampang belum menambah TPS 3R baru.
”Tahun ini tidak ada (TPS 3R). Kami tidak dapat tambahan dari pemerintah pusat,” ujar Arif.
Arif mengungkapkan, pihaknya berupaya menekan tonase sampah yang masuk ke TPA. Di antaranya, melakukan pembinaan pengelolaan sampah kepada pegiat lingkungan, seperti go green yang dibentuk oleh masyarakat.
DLH Perkim Sampang juga berencana akan membatasi peredaran sampah plastik. Sebab, kantong plastik butuh waktu yang lama untuk hancur. Sementara mayoritas sampah yang masuk ke TPA adalah sampah plastik.
Arif mengaku sudah memiliki grand design dalam pengelolaan sampah. Namun, membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Selain harus menambah TPS 3R, pihaknya membutuhkan pengadaan alat teknologi yang memadai seperti refuse derived fuel (RDF).
”Kami sudah memiliki grand design pengelolaan sampah. Hanya butuh anggaran yang besar,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti