SAMPANG, RadarMadura.id – Banyak cara dapat dilakukan agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Salah satunya dengan cara menjalankan usaha di bidang kuliner. Seperti Suhartono.
Warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, itu sudah lebih sepuluh tahun berjualan pempek.
Suhar menyampaikan, berjualan pempek khas Palembang sudah menjadi penghasilan utama selama bertahun-tahun.
Bahkan, dia tidak ingat tahun berapa saat kali pertama merintis usaha kuliner berbahan dasar tepung itu.
Dia hanya mengingat ini usaha kedua setelah sebelumnya berjualan mainan anak tetapi kurang menjanjikan.
Suhar mengetahui cara memasak pempek setelah diajari temannya. Usaha yang dijalani selama bertahun-tahun itu sudah memiliki dua cabang.
Yakni, di Jalan Wijaya Kusuma dan Jalan Bahagia, Kota Sampang.
”Saya berjualan di Jalan Bahagia. Kalau satu cabang lain itu beroperasi di sekitar Alun-Alun Trunojoyo yang dijual oleh pekerja saya,” jelasnya.
Dia bersyukur usahanya yang dirintis masih lancar sampai sekarang.
Meski saat ini semakin banyak jenis makanan yang dijual dan menjadi pesaing penjualan dirinya, pempek buatannya masih diburu pembeli.
Baca Juga: 5 Manfaat Marketing Automation untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis
Dirinya berjualan setiap hari secara manual dan tidak mempromosikan melalui media sosial.
Pendapatan harian yang diperoleh fluktuatif. Apabila semua laku habis bisa mengumpulkan pendapatan kotor sampai Rp 1,5 juta setiap hari.
”Kalau libur tidak berjualan itu biasanya dua hari dalam dua minggu. Biasanya hari Senin dan Selasa tidak jualan,” jelasnya. (jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti