Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Volume BBM Menyusut 70 Liter Sekali Kirim, Pengawas SPBU Sebut Sudah di Luar Batas Kewajaran

Hera Marylia Damayanti • Senin, 2 September 2024 | 15:40 WIB
CERAH: Armada tangki pendistribusian BBM PT Pertamina Patraniaga TBBM Camplong sedang diparkir, Jumat (30/8). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
CERAH: Armada tangki pendistribusian BBM PT Pertamina Patraniaga TBBM Camplong sedang diparkir, Jumat (30/8). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Dugaan pengurangan volume bahan bakar minyak (BBM) yang didistribusikan oleh PT Pertamina Patraniaga TBBM Camplong dengan modus memutus segel metrologi meter arus Pertamina menguat.

Salah satu pengawas SPBU di Madura menyebut pengurangan volume BBM bahkan sampai mencapai puluhan liter.

Salah satu pengawas SPBU di Kabupaten Sampang yang tidak mau namanya dikorankan itu mengatakan, pendistribusian BBM ke SPBU tempatnya bekerja memang tidak seperti biasanya.

Sebab, ada penyusutan volume BBM sekitar 2–3 mililiter. ”Memang masih tidak melewati batas toleransi alias masih wajar. Sebab, batas toleransi berkisar 5–10 liter,” katanya.

Salah satu pengawas SPBU di Kabupaten Sumenep yang juga enggan identitasnya disebutkan menuturkan, volume BBM yang dipasok PT Pertamina Patraniaga TBBM Camplong mengalami pengurangan.

Penyusutan volume BBM tersebut ditengarai berlangsung sejak Juli. ”Pengurangan volume BBM itu terjadi sekitar dua bulanan,” ujarnya.

Menurutnya, pengurangan volume BBM di SPBU tempatnya bekerja sudah di luar batas kewajaran.

Biasanya, untuk satu pengiriman, batas toleransi penyusutan BBM berkisar 30–40 liter per tangki.

”Sejak dua bulan terakhir, penyusutan volume BBM antara 60–70 liter per tangki,” ulasnya.

Pria asal Sumenep itu menerangkan, pihaknya sangat dirugikan dengan adanya pengurangan volume BBM yang didistribusikan PT Pertamina tersebut.

Sebab, dia menderita kerugian 50–70 liter BBM untuk satu kali kirim. ”Baik BBM jenis pertalite maupun pertamax,” ungkapnya.

Dijelaskan, harga BBM bervariasi. Untuk satu kali kirim, harga BBM jenis pertalite Rp 10.000 per liter.

Jika menyusut 50 liter, berarti kerugian yang diderita SPBU mencapai Rp 500.000.

”Kalau jenis pertamax Rp 13.700 per liter. Jika berkurang 50 liter, maka kerugian yang dialami SPBU sekitar Rp 685.000,” terangnya.

Dia belum mengetahui apakah tenaga administrasi SPBU tempatnya bekerja sudah melapor atau tidak.

Namun, pihaknya sudah bertanya kepada supir tangki atas pengurangan volume BBM tersebut.

”Sudah disampaikan kepada sopir tangki. Selanjutnya, sopir tangki mengarahkan langsung ke Pertamina,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Pengawas SPBU Pamekasan mengatakan, akhir-akhir ini penyusutan volume BBM yang dikirim PT Pertamina Patraniaga tidak seperti biasanya.

Sebab, penyusutan volume BBM lumayan banyak. ”Untuk di SPBU kami, penyusutan volume BBM sudah berlangsung satu bulan,” paparnya.

Pria itu mengatakan, penyusutan volume BBM di SPBU tempatnya bekerja biasanya berkisar 20–40 liter.

Saat ini sudah melebihi batas kewajaran. ”Sebab, pengurangan volume BBM di SPBU kami sekarang berkisar 40–60 liter,” tegasnya.

Karena sangat dirugikan, dia minta PT Pertamina bersikap tegas. Misalnya, dengan melakukan tera ulang. Sebab, yang bisa memvalidasi hal ini adalah bagian metrologi.

”Penyusutan pendistribusian bisa saja disebabkan beberapa faktor. Di antaranya karena cuaca, penguapan, dan termasuk pemutusan segel metrologi,” ungkapnya.

Seharusnya, lanjut dia, jika memang ada segel yang putus, para pihak terkait melaporkan hal tersebut kepada metrologi.

Sebab, yang punya hak menyegel kembali atau mengecek adalah bagian metrologi. ”Kalau tidak dilaporkan, berarti kan ada unsur kesengajaan,” tandasnya.

Taufiq Kurniawan selaku Section Head Communication dan Relation Pertamina Patraniaga Regional Jatimbalinus mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak pernah menerima komplain dari SPBU.

Terutama berkaitan dengan susutnya volume BBM ke masing-masing SPBU. ”Jika memang ada keluhan, ada keresahan, silakan langsung hubungi call center 135,” sarannya.

Sebelumnya, pendistribusian BBM oleh PT Pertamina Patraniaga ditengarai janggal.

Sebab, volume BBM diduga dikurangi dengan cara memutus segel metrologi oleh oknum pegawai PT Pertamina Patraniaga berinisial AHY. (bai/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#BBM #TBBM Camplong #Pengurangan volume #70 liter #Penyusutan #segel metrologi #pendistribusian #pertamina #pemutusan #spbu