SAMPANG, RadarMadura.id – Ujian akhir semester di SMAN 1 Sampang sempat terganggu, Kamis (30/11) siang. Salah seorang siswi melahirkan di ruang kelas saat ujian akan dimulai. Bayi lahir dalam keadaan selamat dan sehat. Sedangkan ibunya harus menjalani perawatan di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang.
Wakepsek Kesiswaan SMAN 1 Sampang Muhammad Nurchalid menyatakan, ujian akhir semester dilangsungkan dua sesi. Sesi pertama, diikuti siswa kelas XI dari pagi hingga pukul 12.00. Sedangkan sesi kedua untuk siswa kelas X yang digelar pukul 12.00 hingga 16.00.
Nurchalid menyampaikan, ada dua mata pelajaran yang diujikan sejak siang hingga sore. Setiap sesi terdapat dua mata pelajaran yang diujikan. ”Saya mengawasi sesi kedua. Yaitu, pukul 14.00 istirahat dan mulai lagi pukul 14.15,” ujarnya.
Baca Juga: Keluarga Bayi Persoalkan Tindakan Puskesmas Batang-Batang, Sumenep
Suasana di ruang kelas tiba-tiba ramai ketika ujian mata pelajaran kedua akan dimulai. Siswa keluar dari ruangan kelas X karena melihat temannya melahirkan dan bersimbah darah. Kemudian, pihak sekolah langsung menghubungi Puskesmas Kamoning karena lokasinya paling dekat dari dekat.
”Kami selalu mendampingi dan memantau siswi dari puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit (RSUD dr Mohammad Zyn Sampang),” tuturnya.
Sebelumnya, pihak sekolah tidak menaruh curiga terhadap Bunga (nama samaran) jika dalam keadaan mengandung. Sebab, selama mengenyam pendidikan di SMAN 1 Sampang tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada kehamilan.
Siswi yang berasal dari Kecamatan Kota Sampang itu juga tergolong anak aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Ibu yang baru melahirkan bayi perempuan itu tercatat menjadi warga SMAN 1 Sampang sejak 14 Juli 2023.
Artinya, dia baru 4,5 bulan bersekolah di SMAN 1 Sampang. ”Info dari wali kelasnya, siswi ini rajin dan aktif di sekolah. Kesehariannya sama dengan siswa yang lain, tidak terlihat sedang hamil,” terangnya.
Kepala SMAN 1 Sampang Sukardi menyatakan, kejadian siswi yang melahirkan di kelas sempat mengganggu pelaksanaan ujian. Ujian tetap dilanjutkan seperti biasa di ruang kelas lain. Sedangkan, ruang kelas yang menjadi tempat Bunga melahirkan sementara waktu tidak ditempati karena dalam proses pembersihan.
”Kalau tanggung jawab sekolah, saya rasa sudah selesai. Artinya, kita berupaya menyelamatkan dua nyawa, bayi dan ibunya,” imbuhnya.
Sukardi menyampaikan, pihaknya terus memantau perkembangan Bunga dan bayinya. Sepengetahuannya, kondisi bayinya selamat dan sehat. Sedangkan Bunga dalam perawatan di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang.
Baca Juga: Hepatitis Rentan Picu Kematian, Bumil Wajib Divaksin agar Janin Tidak Tertular
”Pasca kejadian ini, pihak kepolisian sudah minta konfirmasi ke pihak sekolah,” paparnya.
Kepala Puskesmas Kamoning Hurin Ain menyatakan, siswi dibawa ke puskesmas dalam keadaan sudah melahirkan. Pihaknya berupaya untuk mengeluarkan plasenta, tapi tidak memungkinkan karena kondisinya kejang-kejang. Sedangkan tensi darahnya sekitar 180.
Karena itu, pihaknya merujuk ke RSUD dr Mohammad Zyn. Itu agar mendapat penanganan lebih intensif. Apalagi, pihak puskesmas tidak tahu riwayat kehamilannya.
”Bayinya sehat, beratnya 3,2 kilogram. Bayi sudah dibawa pulang keluarga. Kalau ibunya, kami rujuk ke RSMZ,” katanya.
Kasihumas Polres Sampang Ipda Sujianto menyatakan, siswi yang melahirkan di ruang kelas terjadi sekitar pukul 15.30. Awalnya, siswi tersebut minta izin kepada pengawas ujian untuk pulang. Tapi, pihak sekolah tidak mengizinkan karena ujian sedang berlangsung.
”Siswi mengeluh sakit perut dan terjadi pendarahan, lalu melahirkan. Dia melahirkan anak perempuan,” terangnya.
Pihaknya membenarkan Bunga saat ini tengah menjalani perawatan di ruang RSUD dr Mohammad Zyn. Kesehatannya belum pulih total sehingga membutuhkan perawatan intensif. Meski begitu, Polres Sampang tetap melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
”Sekarang dalam proses penyelidikan dan pendataan oleh Satreskrim Polres Sampang,” paparnya.
Kasi SMA Cabdin Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang Mas’udi Hadiwijaya memastikan proses pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sudah berjalan dengan baik. Artinya, pihak sekolah langsung menghubungi tenaga medis untuk membantu penanganan siswi yang melahirkan tersebut.
”Alhamdulillah, siswi dan bayinya selamat. Ini menandakan bahwa langkah yang dilakukan sekolah sudah benar,” ujarnya.
Cabdin Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang meminta pihak sekolah untuk memantau perkembangan kesehatan ibu yang baru saja melahirkan tersebut. Utamanya, memberikan pendampingan psikis. Sebab, dia melihat kondisi siswi tersebut masih syok.
Pihaknya sudah koordinasi dengan pihak sekolah mengenai status siswi tersebut. Dia memastikan Bunga masih bisa melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Sampang.
”Pihak sekolah mau menerima karena melihat masa pendidikannya masih panjang. Masalah ujian nanti sekolah akan mendampingi agar tetap mendapat nilai,” tukasnya. (bil/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta