Hari Kemenangan
Pagi buta setelah membuka mata
Gema takbir saling bersahut-sahutan di toa-toa
Anak-anak kecil sampai orang tua
Berduyun-duyun memakai sarung juga mukena
Tegak tanpa bergerak
Lengan kiri tertumpang lengan kanan
Lalu bibir-bibir mulai bergetar
Allahu Akbar (7x)
Segala pujian terlontar
Memuja Tuhan pencipta alam
Lengkap ritual ibadah dilaksanakan
Semua muka tersenyum lebar
Dari yang muda sampai yang tua
Saling menjulurkan ke lapangan
Lalu bergantian mengucapkan:
Minal Aidin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin.
C03R, 23
................................
Baca Juga: Puisi-Puisi BH. Riyanto
Hiruk Pikuk Malam Kemenangan
Tak seperti saban hari
Lampu-lampu mati
Hujan deras sekali
Jaringan pun tak ada chemistry
Tak seperti biasanya
Malam kegembiraan suram kegirangan
Sorak-sorai berkalih lamunan
Sebab alih-alih dewasa derita melanda
Tak seperti tahun sebelumnya
Tempat kelahiran bak hutan belantara
Kisah kasih tinggallah cerita
Sungguh nestapa tak bersama keluarga
Gili Raja, 10 April 2024
................................
*)Pernah nyarung di PP Annuqayah Daerah Lubselia dan berproses di Sanggar Basmalah.
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia