SAMPANG, RadarMadura.id – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Sampang Slamet Junaidi dan Ahmad Mahfudz mengikuti debat publik kedua Selasa (12/11) malam.
Paslon nomor urut 2 tersebut berkomitmen akan menjalankan sistem pemerintahan birokrasi yang bersih jika terpilih sebagai pemimpin Kota Bahari.
Komitmen itu disampaikan cabup Slamet Junaidi dalam debat yang mengusung tema Meningkatkan Layanan Publik yang Inovatif, Inklusif, dan Berkeadilan dalam Upaya Menyelesaikan Persoalan Daerah.
Dia yakin, dengan menjalankan birorkasi bersih, pemerintah dapat memberikan pelayanan profesional dan maksimal.
Paslon yang dikenal Jimad Sakteh itu mencontohkan pengisian jabatan pejabat di lingkungan pemerintah daerah.
Menurutnya, pengisian jabatan harus sesuai dengan kemampuan dan keahlian pejabat tanpa praktik jual beli jabatan.
Pria yang akrab disapa Haji Idi itu memaparkan, dirinya sudah menjalankan reformasi bersih saat menjabat bupati Sampang periode 2019–2024.
”Setiap pengisian jabatan dilakukan tanpa mahar atau jual beli jabatan,” tegasnya.
Haji Idi menuturkan, pengisian pejabat disesuaikan dengan kompetensi dan keahlian masing-masing.
Pihaknya juga menjalankan roda pemerintahan secara transparan sehingga berhasil meraih penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI selama lima kali berturut-turut.
”Dalam sektor reformasi birokrasi akan dilakukan penempatan jabatan sesuai keilmuan dan keahlian. Tanpa mahar karena haram bagi kami jual beli jabatan,” pungkasnya. (jun/bil)
Editor : Ina Herdiyana