Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Stok Pengaruhi Harga Tembakau Pemkab Pamekasan Belum Petakan Kebutuhan Pabrikan

Amin Basiri • Selasa, 1 Juli 2025 | 16:21 WIB
ilustrasi pohon tembakau
ilustrasi pohon tembakau

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Petani tembakau di Kabupaten Pamekasan mulai memanen daun emas.

Namun, sampai saat ini belum ada kepastian apakah produksi tembakau tahun ini akan terserap secara masksimal atau tidak.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan belum memiliki data kebutuhan tembakau oleh pabrikan. Meskipun, sudah banyak petani yang mulai memanen tanaman bernama latin nicotiana tabacum tersebut.

”Memang ada imbauan agar petani tidak menanam terlalu banyak. Tetapi, kami masih percaya rezeki diatur Allah. Kami hanya bisa berusaha dengan menanam tembakau sebagaimana mestinya,” ujar petani asal Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Ahmad.

Saat ini, stok tembakau kering di beberapa gudang induk penyangga pabrikan rokok dalam kondisi penuh. Hal itu disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) Khairul Umam.

”Di Madura, sejak 2022, produksi tembakau kurang lebih 18 ribu ton. Saat itu, pabrikan merasa kurang. Sedangkan di 2023, jumlahnya mencapai 28 ribu ton dan itu cukup. Kalau sudah cukup, harga pasti stabil,” ungkapnya.

Pria yang karib disapa Haji Her itu menambahkan, produksi tembakau meningkat sekitar 35 persen atau 43 ribu ton pada 2024.

Situasi seperti itu menjadikan pabrikan kelebihan stok. Sedangkan produksi tembakau Madura lebih 13 ribu ton dari target serapan pabrikan.

Artinya, pengusaha akan mengalami kesulitan untuk menstabilkan harga. Itu jika produksi tembakau justru semakin banyak pada 2025.

”Ketika tahun ini jumlah produksinya sama, apalagi lebih, maka stok (pabrikan, Red) akan lebih banyak.

Sehingga, di situ bisa menjadi kesempatan mafia tembakau untuk bermain. Dan, harga tembakau akan hancur,” ucapnya.

Karena itu, P4TM mengimbau agar petani tidak menanam tembakau dengan jumlah banyak. Namun, Haji Her memastikan bahwa organisasinya akan berupaya maksimal agar petani tidak merugi dalam musim panen 2025. (afg/jup)

Editor : Amin Basiri
#stok #pamekasan #disperindag #Harga Tembakau