PAMEKASAN, RadarMadura.id – Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menghasilkan uang.
Misalnya, dengan menjual keripik singkong dengan cita rasa gurih. Omzet yang diperoleh Musfiroh sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga asal Dusun Aeng Penai, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, itu tidak memproduksi sendiri.
Namun, dia merupakan tangan kanan dari pembuat keripik singkong yang membantu menjualkan ke pasaran.
”Tapi dari pedagang belum dikemas, rasa juga masih original,” katanya Sabtu (15/2).
Keripik singkong yang dijual sebenarnya keripik singkong siap dipasarkan.
Namun, dia menginovasi keripik tersebut dengan tambahan sedikit bumbu penyedap.
Sehingga, ada pembeda dengan keripik pada umumnya. ”Ternyata setelah saya beri bumbu, banyak pelanggan yang suka,” tambahnya.
Bumbu yang diberikan cukup sederhana, seperti lada, bawang putih, dan bumbu lainnya.
Sehingga, rasa yang diberikan lebih gurih dan nikmat. Umumnya dihidangkan untuk camilan.
”Berbeda yang tanpa rasa itu cocok untuk rujakan saja,” terangnya.
Perempuan 52 tahun tersebut memaparkan, satu bungkus keripik dibanderol dengan harga Rp 17 ribu.
Dengan isi keripik 100 keping. Sementara untuk yang tanpa rasa hanya dibanderol Rp 15 ribu.
”Ada harga, ada kualitas, yang lebih murah biasanya keripiknya kurang enak,” terangnya.
Dalam satu bulan dirinya bisa menjual 50 bungkus keripik. Jika sedang ramai penjualannya bisa tembus 80 bungkus.
Penjualan tersebut terbilang tinggi jika dibandingkan dijual langsung oleh produsen.
”Sistem penjualan kami dari orang ke orang. Alhamdulillah, banyak yang beli ke sini,” paparnya.
Menurutnya, dalam satu bulan dirinya mendapatkan omzet sekitar Rp 850 ribu hingga Rp 1,3 juta.
Meskipun untungnya tidak banyak, tapi dia bersyukur. Sebab, dari penghasilan tersebut dirinya bisa memenuhi kebutuhan belanja rumah tangga.
”Alhamdulillah, inisiatif awal saya berjualan supaya untuk mendapatkan penghasilan setelah suami saya kena stroke dan tidak bekerja. Meskipun sedikit, tapi sangat membantu,” pungkasnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti