PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rimbun pohon durian di sepanjang Jalan Raya Pegantenan membuat pemandangan jadi lebih teduh.
Lokasi tersebut memang menjadi sentra durian lokal di Bumi Pamelingan.
Banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dengan menanam buah dengan nama latin durio zibethinus itu.
Salah satunya adalah Busirah, 53. Dia mulai meneruskan usaha dari orang tuanya sejak usia 25 tahun.
”Ada delapan pohon durian kasur yang tumbuh di pekarangan rumah. Satu pohon bisa menghasilkan hingga 200 buah. Durian jenis ini lebih banyak ditemukan di Pamekasan. Terutama, di Kecamatan Pegantenan,” tutur warga Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, itu.
Dari delapan pohon itu, satu di antaranya merupakan pohon induk. Usianya diperkirakan lebih dari 45 tahun.
Menurut Busirah, pohon itu sudah ada sejak dia duduk di bangku SD. Saat itu, pohon tersebut dirawat ayahnya.
”Kalau yang paling besar ini, bisa berbuah sampai 250 buah untuk satu kali panen. Kalau sudah selesai dipanen, hanya tinggal diberi pupuk lagi agar tetap tumbuh subur. Karena, memang tidak perlu perawatan khusus,” imbuhnya.
Di sekitar rumah Busirah, durian sejenis juga tumbuh subur.
Dalam satu musim, dia bisa memanen durian kasur lebih dari seribu buah.
Jumlah tersebut tidak termasuk milik warga lain yang juga memiliki usaha durian.
”Durian kasur di desa kami hampir ludes diserbu para pencinta durian. Ada juga yang dikirim ke luar daerah untuk beberapa pesanan. Kalau yang jenis ini, panennya memang di awal-awal musim,” pungkasnya. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti