PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasus ledakan bom ikan atau bondet di warung milik mantan Kades Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Mustahep, Kamis (1/8) lalu belum terungkap.
Polisi belum berhasil mengidentifikasi pemilik bahan peledak (handak) tersebut.
Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengatakan, empat orang telah diperiksa oleh penyelidik. Mereka adalah korban, pemilik warung, dan dua warga.
”Pemeriksaan masih seputar kronologi saja, belum mengarah ke asal-usul terkait kepemilikan handak,” tuturnya.
”Pertanyaan kepada saksi masih normatif dan tidak terlalu mendalam. Kami masih menunggu hasil penyelidikan,” tambahnya.
Sejauh ini Polres Pamekasan belum bisa memastikan jenis bom yang makan korban tersebut.
”Tetapi, berdasar keterangan tim penjinak bom (jibom), handak tersebut terkategori rendah atau low explosive,” katanya.
Doni menambahkan, berdasar hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan konflik internal antara korban dengan pemilik warung.
”Polisi masih terus melakukan serangkaian analisis dan penyelidikan untuk mencari fakta dalam kasus ledakan tersebut,” tegasnya.
Pj Kades Larangan Slampar Wariyanto mengaku tidak tahu-menahu mengenai kronologi ledakan tersebut.
Baca Juga: DKPP Pamekasan Belum Realisasikan Bantuan Pengadaan Bibit
Sebab, saat kejadian, sedang tidak berada di lokasi. Namun, pria yang juga pejabat di Kecamatan Tlanakan itu mengenal korban.
”Ahmad Ainul Yakin sehari-hari bekerja sebagai petani. Saya tidak tahu pasti apakah ada konflik internal antara korban dengan pemilik warung,” terang Wariyanto kepada JPRM.
Saat ini, pria berusia 30 tahun itu masih menjalani perawatan di RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan.
Adik korban, Ahmad Fahrur Rozi bercerita, Ainul Yakin mengalami luka di bagian kaki, tangan, dan kepala.
Fahrur Rozi menjelaskan, ledakan berawal saat kakaknya mencari gerobak di dalam warung semipermanen milik mantan Kades Larangan Slampar.
Tiba-tiba, korban melihat benda mirip bom ikan sebanyak lima buah. ”Salah satunya kemudian dilempar dan langsung meledak,” katanya.
”Pengakuan dari kakak saya, dia tidak menyangka bahwa barang yang dilemparnya akan meledak, karena (bom, Red) itu mirip dengan mainan,” pungkasnya. (afg/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia