PAMEKASAN, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat 47 bangunan rusak akibat angin kencang pada Selasa (16/1).
Puluhan bangunan itu tersebar di Desa Panaan dan Potoan Laok, Kecamatan Palengaan. Bantuan rehabilitasi bangunan tak kunjung terealisasi.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengungkapkan, pengajuan rehabilitasi yang diajukan belum disetujui bupati.
Pihaknya akan mengusahakan dalam waktu dekat ini segera ada perkembangan.
”Akan kami usahakan semampu kami, insyaallah seminggu ke depan kami coba konfirmasi ulang misalkan tidak ada kabar,” katanya.
Sebelumnya bantuan rehabilitasi sudah diberikan ke Ponpes Miftahul Ulum Panyepen di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan.
Bantuan itu dipercepat karena lembaga pendidikan. Pondok itu tempat ibadah dan belajar santri.
”Yang lainnya kami juga prioritaskan, tapi kami fokus ke pondok dulu, karena ini menyangkut kegiatan orang banyak,” jelas mantan lurah Barurambat Kota itu.
Dhofir berharap, pengajuan perbaikan segera disetujui. Sehingga, bantuan rehab tersebut bisa segera terealisasi.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi menerangkan, proses pengajuan harus melewati beberapa tahapan.
Selain itu, harus jelas dan transparan. Namun, BPBD masih kurang tanggap untuk menangani bencana. ”Kami minta untuk segera diusahakan proses percepatannya,” pintanya. (ail/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti