Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Refleksi 15 Tahun Jembatan Suramadu (2–Habis), Dari Madura, oleh Madura, dan untuk Madura

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 9 Juni 2024 | 18:10 WIB
Choirul Anam, Koordinator PPI Dunia 2020–2021
Choirul Anam, Koordinator PPI Dunia 2020–2021

Oleh CHOIRUL ANAM

 

Revitalisasi melalui Pentahelix

Melihat fakta yang ada, optimalisasi peran Suramadu tidak sekadar sebagai jembatan penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Madura, perlu dikapitalisasi lebih baik lagi bagi kepentingan masyarakat Madura. Meskipun disadari, terdapat hambatan yang mungkin saja terjadi dalam mendorong pembangunan yang lebih cepat di Madura.

Salah satu hambatan yang sering terjadi adalah sosiokultural. Kecenderungan masyarakat Madura dianggap tidak mudah menerima perubahan sehingga sering kali resisten terhadap pembangunan. Contoh, rendahnya industrialisasi di Madura akibat rendahnya persepsi masyarakat Madura terhadap pentingnya industrialisasi. Masyarakat Madura terkadang menganggap bahwa industri akan memberi pengaruh negatif terhadap budaya masyarakat Madura. Selain itu, adanya anggapan negatif terhadap budaya carok yang berdampak pada asumsi bahwa masyarakat Madura orangnya keras, mudah tersinggung, serta tingginya premanisme di Madura cenderung membuat investor takut dan merasa tidak aman untuk masuk ke Madura dan lebih memilih untuk berinvestasi di Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Pasuruan, maupun daerah Jawa lainnya yang dianggap lebih mudah menerima investor asing.

Hambatan lain yang sering kali menjadi keluhan para investor luar takut untuk masuk ke Madura adalah tingginya biaya perizinan dan sulitnya birokrasi pemerintahan. Banyak investor luar beranggapan bahwa untuk bisa membangun suatu pabrik di Madura, membutuhkan biaya tidak resmi yang sangat tinggi. Selain itu, rumitnya birokrasi pemerintah daerah di Madura juga menjadi faktor tambahan yang mengurangi minat investasi di Madura.

Faktor energi juga mendorong rendahnya pengembangan kawasan industrialisasi di Madura. Energi listrik sangat vital dalam mendorong perekonomian terutama untuk meningkatkan produktivitas. Kebutuhan listrik di Madura dipasok oleh PLN melalui interkoneksi Jawa-Madura-Bali yang pasokannya tidak dapat memenuhi kebutuhan di seluruh Madura. Contohnya pada Februari 2023, terjadi 10 hari pemadaman bergilir di seluruh Madura akibat gangguan transmisi sehingga PLN terpaksa melakukan pengurangan beban listrik antara pukul 18.00 hingga 03.00. Rendahnya tingkat pemasokan listrik di Madura menjadi pertimbangan sulitnya industri besar masuk ke Madura.

Membangun Madura Emas 2045

Perlu kolaborasi Pentahelix yang selaras dan berkesinambungan dengan menghubungkan pemerintah, akademisi, praktisi, masyarakat, dan media. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem untuk membangun Madura secara masif, berinovasi, dan terus-menerus. Tidak mungkin membangun Madura hanya dilakukan satu-dua pihak saja, karena itu peran pentahelix sangat diperlukan guna merealisasikan slogan Suramadu untuk Madura Sejahtera.

Peran pemerintah perlu melibatkan tidak hanya sinergi seluruh empat pemerintah daerah di Madura, tapi juga dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Konkretnya, pemerintah pusat perlu mengalokasikan dana TKD (transfer ke daerah) yang lebih besar ke Madura. TKD yang merupakan perwujudan kebijakan desentralisasi fiskal, dapat mendorong Madura secara mendiri meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, bangunan sekolah, bangunan kesehatan, serta penyediaan barang modal bagi petani dan nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah.

Kolaborasi antara pemerintah dan praktisi atau pengusaha diperlukan untuk mendorong tumbuhnya industrialisasi di Madura. Misalnya, Madura mengajukan diri untuk membangun kawasan ekonomi khusus (KEK). Beberapa manfaat KEK antara lain, dapat mengakselerasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor industri, pariwisata, hingga perdagangan di Madura untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing tidak hanya di pasar nasional tapi juga di pasar internasional. Dengan ditetapkannya Madura sebagai KEK tentu akan menarik investor luar masuk dan menginvestasikan dananya sehingga ekonomi Madura akan tumbuh.

Peran akademisi sebagai dinamisator, fasilitator, atau pendamping masyarakat dalam memberikan expert opinion kepada pembuat kebijakan (policy makers) dalam upaya menyejahterakan masyarakat. Dengan adanya kajian-kajian yang mendalam, policy brief, serta forum group discussion yang konstruktif membangun, peran akademisi dan masyarakat akan semakin sentral guna mendorong pertumbuhan ekonomi Madura. Peran media dalam memberdayakan masyarakat desa telah dilakukan oleh UNESCO sejak 1950 sebagai pembawa perubahan sosial, perkembangan, dan pemberdayaan.

Sustainability atau keberlanjutan menjadi kunci penting untuk implementasi kebijakan membangun Madura Emas 2045. Kunci pembangunan berkelanjutan dalam membangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masa sekarang dan masa depan dengan terus-menerus membangun dan integrasi kebijakan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan dalam pembangunan berkelanjutan dilaksanakan dengan prinsip kesejahteraan ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan. Dampak buruk terhadap lingkungan hidup harus dihindari dari setiap kegiatan sosial dan ekonomi, sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga pada masa sekarang dan pada masa mendatang. Hal ini sejalan dengan dokumen World Summit 2005 yang menyebut jika lingkup tersebut saling berkaitan dan merupakan pilar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Pepatah Madura yang sangat terkenal song-osong lombung perlu diimplementasikan dalam usaha membangun Madura. Artinya, rakyat merupakan fondasi suatu negara, dalam filosofi pembangunan itu harus berorientasi pada rakyat. Kita dapat melihat bahwa rakyat Madura juga memiliki peran untuk membangun bangsa sebagai fondasi kuat. Kolaborasi seluruh pihak akan menjadi kunci keberhasilan membangun Madura di masa mendatang, termasuk dukungan masyarakat Madura itu sendiri. Dari Madura, oleh Madura, dan untuk Madura. (*)

*) Koordinator PPI Dunia 2020–2021

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#suramadu #pentahelix #Madura Emas 2045 #investor #industrialisasi #kolaborasi #madura #industri #revitalisasi #kek #pulau jawa