Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemkab Bangkalan Belum Miliki Lumbung Pangan, Penyerapan Gabah Petani Tidak Merata

Berta SL Danafia • Selasa, 4 Februari 2025 | 22:36 WIB
BANTUAN ALSINTAN: Petani Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan menggunakan hand tractor membajak sawahnya, Senin (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
BANTUAN ALSINTAN: Petani Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan menggunakan hand tractor membajak sawahnya, Senin (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.idPemerintah gencar mendorong petani meningkatkan produktivitas padi.

Sementara gabah yang akan diserap pemerintah minim. Buktinya, dana yang disiapkan hanya Rp 550 juta.

Analisis Ketahanan Pangan (AKP) Ahli Muda DP2KP Bangkalan Sri Sudarwati menyatakan, anggaran penyerapan gabah bersumber dari APBD.

Gabah yang dibeli akan ditimbun di lumbung pangan masyarakat (LPM) yang dikelola dua kelompok tani (poktan).

Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan belum memiliki lumbung pangan.

Dua LPM yang akan dijadikan tempat penyimpanan cadangan pangan berasal dari usulan anggota DPRD Bangkalan.

”Jadi, program itu untuk cadangan pangan di Bangkalan,” ujarnya.

Sri memaparkan, sebenarnya saat ini ada 27 LPM di Bangkalan. Namun, hanya 14 LPM yang aktif.

Sebab, banyak poktan yang kekurangan dana untuk menyerap gabah masyarakat. Selain itu, juga keterbatasan anggaran untuk menyerap gabah semua petani di Bangkalan.

Dengan demikian, tidak semua gabah petani akan dibeli pemerintah untuk dijadikan cadangan pangan di Bangkalan. ”Sehingga banyak LPM yang tidak ada isinya,” tutur Sri.

Anggaran untuk penyerapan gabah petani akan direalisasikan saat musim panen. Diperkirakan, musim panen akan berlangsung Maret.

”Kami sengaja menunggu musim panen agar pembeliannya langsung ke petani,” sambungnya.

Pihaknya berharap program penyerapan gabah bermanfaat bagi petani. Juga bisa menjadi cadangan pangan. Sehingga, kebutuhan pangan di Bangkalan terus stabil.

”Kami akan memanfaatkan anggaran semaksimal mungkin. Karena dari pemerintah pusat sudah tidak ada program untuk pengisian LPM,” tukasnya. (din/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#bangkalan #pemerintah #Lumbung #pangan #Penyerapan #Petani