Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Duta Pemuda dan Budaya Jawa Timur 2023 Awenda Trisna Diningtyas, Tepis Stigma Orang Madura Keras dan Tidak Beretika

Fatmasari Margaretta • Selasa, 12 Desember 2023 | 21:52 WIB

 

BERPRESTASI: Awenda Trisna Diningtyas tampil percaya diri dengan selempang Duta Pemuda dan Budaya Jatim 2023 Kamis (30/11). (ABRAR GHAZY HARDIAN/JPRM)
BERPRESTASI: Awenda Trisna Diningtyas tampil percaya diri dengan selempang Duta Pemuda dan Budaya Jatim 2023 Kamis (30/11). (ABRAR GHAZY HARDIAN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kecantikan tidak menjadi tolok ukur seseorang berprestasi. Begitulah yang menjadi keyakinan Awenda sebelum menjadi Duta Pemuda dan Budaya Jawa Timur. Dia menepis semua stigma terhadap orang Madura.

Langit Kamal, Bangkalan, bernuasa abu gelap. Lalu-lalang motor mahasiswa dan warga di Desa Telang berjalan lancar. Di sisi barat Rumah Makan Keraton dikerumungi pembeli.

Meja putih memanjang di rumah makan kuning itu menjadi saksi Jawa Pos Radar Madura mendengar kisah prestasi perempuan penuh semangat. Perempuan itu bernama Awenda Trisna Diningtyas yang akrab disapa Awenda.

Baca Juga: Heboh! MTsN Bangkalan Jual Kalender Puluhan Juta, Ketua Komite Sebut Sudah Kesepakatan Bersama Wali Murid

Dia baru saja dinobatkan sebagai Duta Pemuda dan Budaya Jawa Timur 2023. Juga menjadi Pottre Inspirasitif Duta Kampus Pottra-Pottre UTM 2023.

Awenda tidak menyangka bisa sampai ke titik ini. Sebab, pengalaman pahit telah mengurungnya untuk mengekspresikan diri. Namun semangat tingginya membutnya berhasil keluar dari jeruji ketikdakpercayaan diri itu.

”Aku pernah tidak percaya diri karena sering di-bully karena aku hitam, jelek. Namun, comohan itu berhasil aku buktikan bahwa kecantikan tidak akan menghalangi seseorang berpotensi dan berprestasi,” katanya Minggu (3/12).

Dia dinobatkan sebagai Duta Pemuda dan Budaya Jawa Timur Ke-3 Sabtu (15/7). Prestasi itu membuat Awenda semakin semangat mengenalkan budaya. Lebih-lebih, budaya Madura, pulau tempat dia dilahirkan.

Dia tertarik pada budaya sejak duduk di bangku SMA. ”Budaya itu jiwaku. Aku lahir di Madura yang kental dengan budaya. Aku ingin memperkenalkan itu pada semua orang,” tambahnya.

Perempuan kelahiran Pamekasan itu menegaskan stigma orang Madura yang dikenal keras, penuh kriminalitas, dan tidak beretika itu tidak benar. Dia ingin menunjukkan bahwa orang Madura adalah warga yang santun dan toleran. ”Budaya yang ada ini juga menjadi identitas warga Madura,” ucapnya.

Baca Juga: Terdapat Kerugian Negara pada Penyaluran Tahap Akhir, Sekdes Baruh Berpotensi Terseret Kasus BLT DD

Menurut dia, kegigihan menjadi duta budaya karena ingin menanamkan kepada anak muda bahwa budaya itu penting untuk dilestarikan. Budaya telah menjadi identitas suatu negara untuk terus dilestarikan.

”Kalau tidak melestarikan budaya, apa yang bisa kita banggakan. Aku ingin budaya tetap menjadi identitas dan pilar untuk Indonesia ini,” papar mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura itu.

Putri pasangan Sunarto Akhmad dan Sri Wahyuni itu ingin mengajak semua anak muda memanfaatkan perkembangan teknologi.

Dengan harapan mampu mem-branding budaya Madura. Dengan demikian, dampaknya bisa menarik wisatawan untuk perkembangan perekonomian masyarakat.

”Mari kita manfaatkan perkembangan teknologi ini untuk mem-branding budaya sehingga menarik pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya Madura,” harapnya.

Baca Juga: Lima Koruptor Gedung Dinkes Sumenep Tak Ajukann Banding, Terima Vonis Satu Tahun Penjara

Perempuan berusia 20 tahun itu tidak akan berhenti berproses setelah menjadi duta budaya. Awenda memiliki akun advokasi dengan tagline Muda Berbudaya, Berbudaya Bersama Awenda.

Dari advokasi itu, dirinya akan aktif membagikan kegiatan budaya di media sosial. ”Harapannya, budaya ini bisa dikembangkan,” pungkas Duta Budaya FISIB 2023 itu. (*/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#bangkalan #pemuda #Trending #berita bangkalan #mahasiswa #inspiratif #advokasi #kecantikan #duta #toleran #budaya