Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu Dua Anak di Omben, Sampang, Berkerudung, Polisi Tak Mau Terkecoh Pakaian

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 12 Januari 2024 | 15:28 WIB

TELITI: Petugas melakukan olah TKP di Dusun Lorpolor, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang, Selasa (9/1). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
TELITI: Petugas melakukan olah TKP di Dusun Lorpolor, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang, Selasa (9/1). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
 

SAMPANG, RadarMadura.id – Pembunuhan terhadap SM, 30, warga Dusun Lorpolor, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, masih menjadi misteri.

Sebab, sampai saat polisi belum mampu mengungkap pelaku dan motif pembunuhan terhadap ibu dua anak tersebut.

Hairunnisak, kakak ipar SM, mengaku sempat melihat terduga pelaku saat mengambil wudu sekitar pukul 03.30, Selasa (9/1).

Namun, dia mengira terduga pelaku merupakan SM yang baru keluar dari kamar mandi.

Tidak lama dari itu, terdengar cekcok dan teriakan dari kamar SM.

Kemudian, suami Hairunnisak, Rikman, langsung mendatangi kamar korban. Namun ternyata Rikman menemukan adiknya sudah dalam keadaan bersimbah darah dan penuh luka.

Kepada polisi, Rikman mengaku sempat mengejar terduga pelaku yang menenteng sebilah celurit.

Pembunuh adiknya itu berpakaian perempuan dan berkerudung. Namun sayangnya, Rikman tak berhasil mengejar pelaku.

”Polisi sudah menerima keterangan dari kakak korban.

Termasuk, juga meminta keterangan dari sejumlah saksi lain untuk kebutuhan pengembangan perkara,” ujar Kasihumas Polres Sampang Ipda Sujianto.

Namun, polisi dengan pangkat satu balok emas itu tidak bisa memastikan terkait jenis kelamin dan identitas pelaku.

Sebab, pelaku pembunuhan berpotensi melakukan penyamaran dengan mengenakan pakaian perempuan demi bisa memuluskan aksinya.

”Bisa saja kan (pelaku, Red) sengaja menyamar dengan memakai baju perempuan saat melakukan perbuatan tersebut.

Sehingga, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa pelaku perempuan,” terangnya.

Polisi masih terus menyelidiki kasus yang menggemparkan warga Sampang itu. Perburuan terhadap pelaku masih terus dilakukan.

Hanya, polisi belum bisa membeberkan terkait seseorang yang dicurigai sebagai pelaku.

”Penyelidik masih mendalami kasus ini. Petugas di lapangan berusaha untuk segera mengungkap pelaku.

Kami meminta dukungan agar bisa segera selesai,” tegas mantan anggota reskrim Polres Sampang itu.

Sekadar informasi, SM dinyatakan meninggal saat dievakuasi ke Puskesmas Omben setelah dibacok oleh pelaku.

Dia duga mengembuskan napas terakhir karena kehabisan darah. Sebab, luka yang dialami sangat parah, mulai dari lengan hingga paha.

SM dikebumikan di hari yang sama. Polisi belum memutuskan penyidikan yang dilakukan membutuhkan otopsi atau tidak.

Sementara RSUD dr Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang menunggu tindak lanjut Polres Sampang.

”Kami belum bisa melakukan otopsi. Jika memang harus diminta otopsi, harus minta bantuan tim ahli forensik dari RSUD dr Soetomo Surabaya,” ucap Humas RSMZ Sampang Amin Jakfar Sadik. (afg/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#celurit #otopsi #pembunuhan #berkerudung #menyamar #bersimbah darah #Penyamaran #kecamatan omben