RadarMadura.id – Fakta mengejutkan datang lagi di episode terakhir Demon Slayer: Kimetsu No Yaiba Seaon 4 kemarin.
Saat melakukan sesia pelatihan di kediaman Gyomei, Zenitsu mendapat surat yang membuatnya menjadi tidak biasa.
Dua masalah datang sekaligus ditengah persiapan para hashira melakukan pelatihan untuk memusnahkan Muzan Kibutsuji.
Dalam surat tersebut, Jigoro Kuwajima sang guru dari Zenitsu dikabarkan meninggal karena melakukan seppuku.
Hal tersebut terjadi lantaran Jigoro Kuwajima merasa bersalah atas apa yang terjadi pada saudara tingkat Zenitsu yaitu Kaigaku yang berubah menjadi iblis.
Tidak hanya itu, kabar Kaigaku menjadi iblis juga mengejutkan para fandom setelah ia berhasil menggeser posisi tingkat 6 iblis bulan atas.
Posisi ibis bulan atas 6 diduduki oleh Kaigaku lantaran Daki dan Gyutaro telah mati dalam pertempuran merawan Tanjiro, Tengen Uzui dan yang lainnya.
Untuk lebih jelasnya, ada fakta menarik dari Kaigaku sebagai mantan pemburu iblis yang berubah menjadi iblis, simak lengkpnya:
1. Anak Didik Gyomei
Sejak kecil, Kaigaku adalah seorang yatim piatu yang akhirnya diasuh oleh Gyomei Himejima di kuilnya.
Kaigaku memiliki reputasi sebagai anak yang sering menimbulkan masalah, uncaknya adalah ketika ia ketahuan mencuri uang dari kuil dan kemudian diusir.
Dalam perjalanan setelah pengusiran itu, Kaigaku bertemu dengan iblis, menyelamatkan nyawanya, ia memberi tahu lokasi kuil kepada iblis tersebut sebagai bentuk balas dendam.
Akibatnya, iblis tersebut menyerang dan memakan anak-anak di kuil, sementara Kaigaku berhasil melarikan diri.
2. Mantan Murid Jigoro Kuwajima
Kaigaku sempat berakhir di penjara akibat kesalahannya sendiri, ia kemudian diselamatkan oleh Jigoro Kuwajima, mantan Pilar Petir.
Jigoro melihat potensi pada Kaigaku dan bersama Zenitsu, mereka dilatih menggunakan teknik Pernapasan Petir.
Jigoro berharap keduanya bisa menjadi penerusnya. Namun, di kemudian hari, pada Hashira Training Arc, terungkap kabar buruk bahwa Kaigaku telah berubah menjadi iblis.
3. Iblis dengan Teknik Pernapasan
Sebagai mantan pemburu iblis, Kaigaku adalah salah satu dari sedikit iblis yang mampu menggunakan teknik pernapasan dalam pertarungan.
Meskipun telah berubah menjadi iblis, Kaigaku tetap menggunakan teknik pernapasan yang dipelajari dari gurunya.
Ia bahkan mengembangkan teknik tersebut dengan menambahkan seni darah iblis dengan kemampuan Elektrokinesis, sebuah versi lebih kuat dari teknik Pernapasan Petir biasa.
Dengan kekuatan ini, Kaigaku dapat memanipulasi petir dan listrik yang berasal dari darah dan daging dalam tubuhnya.
4. Tetap Bertarung dengan Pedang
Kaigaku, meski sudah menjadi iblis, masih menggunakan pedang nichirin untuk bertarung.
Pedang ini telah dimodifikasi dengan darah iblis, sehingga menjadi lebih kuat. Berbeda dengan pengguna pedang lainnya yang biasanya menyimpan pedang di pinggang, Kaigaku menyimpan pedangnya di punggung.
Pedang nichirin ini juga berfungsi sebagai perantara untuk teknik pernapasan petir yang ia kuasai.
5. Tidak Menguasai Bentuk Pertama Pernapasan Petir
Dalam hal kemampuan, Kaigaku dianggap lebih unggul dibandingkan Zenitsu, selama menjadi murid Jigoro.
Kaigaku mampu mempelajari lima dari enam teknik Pernapasan Petir dengan baik. Namun, ia memiliki satu kelemahan besar, yaitu ketidakmampuannya untuk menguasai jurus pertama, Thunderclap and Flash.
Jurus ini adalah dasar dari Pernapasan Petir dan ketidakmampuan Kaigaku untuk menguasainya membuat kelima jurus lainnya tidak terlalu efektif.
6. Calon Penerus Pilar Petir
Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam bertarung, Kaigaku sebenarnya adalah kandidat kuat untuk menjadi penerus Pilar Petir.
Namun, serangkaian keputusan buruk yang ia buat menghalangi jalannya. Kaigaku percaya bahwa kekuatan dan kemampuan bertahan hidup adalah hal yang paling pantas dihormati.
Meskipun ia memiliki potensi besar untuk menggantikan Jigoro Kuwajima sebagai Pilar Petir, nasibnya berubah drastis karena pilihan-pilihan yang salah.
Editor : Amin Basiri