RadarMadura.id — Aroma harum pandan yang bercampur dengan manisnya gula merah dan gurihnya kelapa parut mungkin akan langsung membawa kita pada nostalgia masa kecil. Siapa yang tak kenal putu bumbung?
Jajanan tradisional ini dulunya mudah ditemukan lewat suara khas si abang penjual keliling.
Namun kini, saat si abang sudah jarang lewat, tak perlu khawatir—putu bumbung bisa dibuat sendiri di rumah dengan cara yang cukup sederhana!
Resep Putu Bumbung: Jajanan Tradisional Rasa Legendaris
Untuk membuat 20 buah putu bumbung, berikut bahan-bahan yang dibutuhkan:
-
200 gram tepung beras
-
1 sendok makan tepung ketan (untuk tekstur yang lebih pulen)
-
Sedikit garam
-
Gula merah secukupnya, disisir halus
-
2 lembar daun pandan
-
1 bungkus kelapa parut
-
Air mineral secukupnya (hanya untuk melembabkan tepung)
Baca Juga: Kue Perut Ayam, Jajanan Tradisional yang Kian Digemari: Hadir dalam Rasa Original dan Pandan yang Menggoda
Langkah-Langkah Membuat Putu Bumbung
1. Persiapan Bahan dan Alat
Langkah pertama adalah mengukus campuran tepung beras dan tepung ketan bersama daun pandan selama kurang lebih 10 menit.
Sementara menunggu, siapkan cetakan sederhana dari daun pisang yang digulung dan disemat dengan staples. Jangan lupa sisir halus gula merah sebagai isian utama.
2. Membuat Adonan Bertekstur Bulir Lembut
Setelah tepung matang, tambahkan sedikit garam. Percikkan air mineral sambil aduk menggunakan sendok hingga tekstur tepung menjadi lembab dan berbulir.
Langkah penting berikutnya adalah mengayak adonan sambil ditekan agar hasilnya halus dan lembut saat dikukus.
3. Cetak dan Kukus
Masukkan adonan ke dalam cetakan daun pisang, beri sisipan gula merah di tengah, lalu tutup kembali dengan adonan tepung.
Kukus selama 10–15 menit. Sementara itu, kukus pula kelapa parut yang telah diberi sedikit garam agar lebih tahan lama dan tidak cepat basi.
4. Sajikan dengan Sentuhan Tradisi
Setelah matang, keluarkan putu bumbung dari cetakan dan sajikan dengan taburan kelapa parut.
Sajian ini sangat cocok menemani secangkir teh hangat atau kopi hitam saat sore hari.
Warisan Kuliner yang Layak Dilestarikan
Putu bumbung bukan hanya sekadar jajanan, tapi juga bagian dari warisan kuliner Indonesia yang patut dijaga.
Proses pembuatannya yang sederhana namun sarat makna ini menghadirkan nuansa hangat dan kekeluargaan di tengah modernisasi dapur masa kini.
Kini, tanpa harus menunggu si abang lewat dengan sempritan uapnya, Anda bisa menghadirkan kenangan indah lewat aroma dan rasa khas putu bumbung buatan sendiri.
Selain lebih higienis, membuatnya sendiri juga memberikan kepuasan tersendiri bagi para pecinta kuliner tradisional.***
Editor : Hasan Bashri