RadarMadura.id – Pecak terong, sajian sederhana khas Nusantara, kini kembali naik daun sebagai menu rumahan yang menggoda lidah.
Dengan perpaduan terong lembut, santan gurih, dan racikan bumbu yang kaya rempah, hidangan ini tak hanya memanjakan perut, tetapi juga menghangatkan suasana makan bersama keluarga.
Tak heran jika pecak terong menjadi pilihan favorit, khususnya di kalangan pencinta kuliner tradisional.
Proses memasaknya pun terbilang mudah dan tidak memerlukan waktu lama, hanya sekitar satu jam untuk tiga porsi sajian lezat.
Baca Juga: Gurame Bakar Sambal Iris, Sajian Lezat yang Cocok untuk Santap Keluarga di Akhir Pekan
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Untuk menciptakan sepiring pecak terong yang otentik, bahan-bahan yang digunakan pun cukup sederhana.
Hanya diperlukan dua buah terong ungu dan 65 ml santan instan segitiga.
Namun rahasia kelezatan pecak terletak pada bumbu halusnya, yang terdiri dari lima buah cabai keriting, empat cabai rawit merah, dua siung bawang merah, dua siung bawang putih, tiga ruas kencur, setengah bungkus terasi bakar, dua lembar daun jeruk, serta secukupnya gula merah untuk memberikan sentuhan rasa manis yang seimbang.
Langkah Mudah Memasak Pecak Terong
Pertama-tama, terong dikukus hingga teksturnya lembek agar mudah dihaluskan. Sementara itu, bumbu dihaluskan secara merata dan ditata di atas piring saji. Langkah selanjutnya adalah mengencerkan santan dan merebusnya hingga mendidih.
Santan panas kemudian dituangkan ke atas bumbu yang telah dihaluskan, lalu diaduk hingga tercampur sempurna. Terakhir, terong yang telah dikukus disajikan dengan cara dipenyet langsung ke dalam piring yang berisi bumbu dan santan.
Baca Juga: Sambal Belimbing Wuluh, Si Kecil Rasa Nendang! Cuma Butuh 10 Menit, Makan Jadi Makin Lahap
Cita Rasa yang Menggugah Selera
Rasa pedas gurih dari bumbu pecak yang berpadu dengan lembutnya terong menciptakan sensasi yang unik di lidah. Kencur memberikan aroma khas yang memperkuat karakter rasa, sementara santan menambah kekayaan tekstur dan cita rasa.
Hidangan ini cocok disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat, dan dapat dinikmati kapan saja, baik saat makan siang maupun malam.
Pecak Terong dan Pelestarian Kuliner Nusantara
Di tengah maraknya makanan instan dan cepat saji, kehadiran pecak terong menjadi pengingat pentingnya melestarikan kekayaan kuliner lokal.
Menu ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa nilai-nilai tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Dengan bahan yang mudah didapat dan cara memasak yang praktis, pecak terong sangat layak menjadi sajian andalan di meja makan keluarga Indonesia.
Rasanya yang khas, pembuatannya yang sederhana, dan nuansa lokal yang kental menjadikan pecak terong lebih dari sekadar makanan—ia adalah bagian dari warisan budaya kuliner yang patut dijaga. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri