RadarMadura.id— Di balik kesederhanaan kue getas yang sering menghiasi etalase pasar tradisional, tersimpan kisah panjang tentang bagaimana camilan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia. Dengan lapisan gula yang berkilauan dan rasa manis legit yang khas, kue getas, atau dikenal sebagai gemblong di beberapa daerah, seolah membawa kita menyusuri kenangan masa kecil.
Tapi, apa sebenarnya rahasia di balik kelezatan kue tradisional ini? Bagaimana adonan sederhana bisa berubah menjadi camilan yang begitu ikonik? Mari kita telusuri proses pembuatannya, sambil mengungkap cerita-cerita yang menyertainya.
Kenangan Manis yang Tertuang dalam Setiap Gigitan
Bagi banyak orang, kue getas adalah simbol nostalgia. Setiap gigitannya mengingatkan pada masa kecil, saat aroma kelapa dan gula bercampur memenuhi udara pagi di pasar. Namun, membuat kue getas yang sempurna ternyata tak semudah kelihatannya.
Ketan putih adalah bahan utama yang menjadi pondasi kelezatan kue ini. Dicampur dengan kelapa parut dan sedikit garam, bahan sederhana ini kemudian dikukus bersama santan untuk menciptakan tekstur lembut dan rasa gurih yang kaya.
Dari Adonan Hingga Renyahnya Lapisan Gula
Setelah adonan matang, seni membentuk kue dimulai. Bulatkan adonan ketan menjadi ukuran kecil-kecil.
Proses berikutnya adalah menggoreng adonan hingga berwarna kuning kecokelatan. Di sinilah kesabaran diuji. Api yang terlalu besar bisa membuat bagian luar kue gosong, sementara bagian dalamnya belum matang sempurna.
Namun, inti dari kue getas ada pada lapisan gulanya. Campuran gula pasir dan air dimasak hingga mengental, lalu kue yang sudah digoreng dimasukkan ke dalam larutan tersebut. Gula harus tepat waktu mulai mengeras agar menempel sempurna di permukaan kue, menciptakan kilauan yang menggoda.
Kue Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu
Meski sekarang banyak jajanan modern bermunculan, kue getas tetap memiliki tempat istimewa di hati para pecintanya. Di tengah segala tren kuliner kekinian, kue ini membuktikan bahwa kelezatan klasik selalu punya daya tarik tersendiri.
Tak hanya di pasar tradisional, kini kue getas mulai merambah toko kue modern dan bahkan platform e-commerce. Banyak yang menyajikan kue ini dengan kemasan yang lebih menarik, tanpa mengubah resep tradisionalnya.
Pelajaran dari Sebuah Kue
Kue getas bukan sekadar camilan, melainkan pengingat bahwa kesederhanaan memiliki keindahan tersendiri. Dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan proses yang penuh ketelitian, kue ini mengajarkan kita untuk menghargai tradisi dan kenikmatan yang tak pernah lekang oleh waktu.
Jadi, kapan terakhir kali Anda menikmati kue getas? Jika sudah lama, mungkin ini saatnya kembali mencicipi manisnya nostalgia lewat jajanan tradisional yang penuh cerita ini. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila