Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenal Dhun Adhun, Makanan Khas yang Tak Pernah Luntur di Hati Masyarakat Sampang

Hasan Bashri • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 05:31 WIB
Dhun Adhun, Makanan Khas Sampang yang masih banyak diminta masyarakat.
Dhun Adhun, Makanan Khas Sampang yang masih banyak diminta masyarakat.

SAMPANG, RadarMadura.id - Di tengah gempuran kuliner modern yang semakin beragam dan menarik, ada satu kuliner khas Sampang yang tetap bertahan dan menjadi favorit masyarakat. Namanya Dhun Adhun, makanan yang terbuat dari lontong atau ketupat yang disiram dengan kuwah kental berwarna kuning dan ditaburi dengan serondeng jagung.

Dhun Adhun merupakan kuliner khas Sampang yang tidak ditemukan di daerah lain. 

Kuwah yang menjadi ciri khasnya dibuat dari santan yang dimasak dengan bumbu-bumbu seperti laos, ketumbar, merica, bawang merah, dan bawang putih.

 Serondeng jagung yang menjadi pelengkapnya dibuat dari jagung yang ditumbuk halus dan digoreng dengan bumbu.

Dhun Adhun sudah menjadi bagian dari tradisi kuliner Sampang sejak lama. Masyarakat Sampang menganggap Dhun Adhun sebagai sarapan pagi yang wajib. 

Bahkan, Dhun Adhun pernah menjadi tren di kalangan masyarakat Sampang dan menjadi salah satu ikon daerah ini.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan maraknya kuliner modern yang bermunculan, Dhun Adhun mulai tergeser dan hampir dilupakan.

Banyak masyarakat yang beralih ke kuliner lain yang lebih praktis dan variatif.

Meski begitu, Dhun Adhun masih tetap memiliki penggemar setia yang tidak bisa lepas dari cita rasanya yang khas. Kebutuhan masyarakat akan Dhun Adhun masih cukup tinggi, dan masih banyak penjual Dhun Adhun yang merasa jualannya laris manis.

Salah satu penjual Dhun Adhun yang terkenal di Sampang adalah Imah, 60 tahun, yang berjualan di jalan Terate. Imah sudah berjualan Dhun Adhun sejak 20 tahun lalu dan memiliki banyak pelanggan tetap.

Imah juga sering mendapat pesanan Dhun Adhun dari masyarakat yang ingin menyantapnya bersama keluarga atau balita.

"Setiap pagi saya dibantu oleh saudara dan keluarga saya untuk membuka dagangan. Biasanya sekitar pukul 06.00 WIB dagangan saya sudah habis. Kadang-kadang saya kewalahan, karena selain menyediakan pelanggan juga memenuhi pesanan masyarakat," kata Imah dilansir dari SampangKab.go.id

Kustantinah, 48 tahun, warga Kelurahan Rongtengah, adalah salah satu pelanggan setia Imah. Setiap pagi, ia rutin membeli lima bungkus Dhun Adhun untuk sarapan keluarga.

Ia mengaku sudah lama menyukai Dhun Adhun dari Imah karena rasanya yang pas dengan seleranya.

"Rasanya enak sekali, kuwahnya gurih dan serondengnya renyah. Sehari saja tidak makan Dhun Adhun rasanya kangen banget. Apalagi pasca Lebaran, Dhun Adhun banyak diburu oleh masyarakat, khususnya pendatang yang dulunya pernah merasakan nikmatnya Dhun Adhun," ujar Kustantinah.

Di Kabupaten Sampang, para penjual Dhun Adhun memiliki komposisi yang berbeda-beda. Ada yang menambahkan sayur buah labu atau pepaya muda sebagai pelengkap, dan ada juga yang tidak menggunakan sayur sama sekali.

Namun, hal itu tidak mengurangi keistimewaan Dhun Adhun sebagai kuliner khas Sampang yang tak lekang oleh zaman. (hasan

Editor : Hasan Bashri
#kuliner #sampang #masakan #Dhun Adhun