SAMPANG, RadarMadura.id – Perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sampang tidak terlepas dari peran KH Makki bin Hasbullah.
Sosok ulama ini disebut-sebut sebagai pembawa NU di Kota Bahari.
Tidak banyak yang tahu tentang detail biografi KH Makki bin Hasbullah. Sebab, tidak semua kiprahnya semasa hidup tercatat.
Namun, keturunannya masih banyak yang berdomisili di Kabupaten Sampang.
Salah satunya adalah KH Badruddin Mosleh. Dia merupakan cicit dari KH Makki Hasbullah.
KH Badruddin Mosleh merupakan putra KH Mosleh bin Hasyim. Kiai Mosleh merupakan cucu KH Makki.
KH Mosleh merupakan putra KH Hasyim bin Makki, putra dari sang penyebar NU pertama di Kabupaten Sampang itu.
Konon, NU di Kabupaten Sampang dideklarasikan di Kampung Masegit, yang saat ini berada di wilayah Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang.
Deklarasi digelar antara tiga sampai empat tahun setelah pendirian NU di Surabaya pada 1926.
Namun, belum ada dokumen pasti atau sisa peninggalan sejarah yang lebih jelas untuk membuktikan keterangan tersebut.
Kiai Badruddin tidak banyak mengetahui cerita tentang KH Makki. Dirinya yang kini berusia 63 tahun tidak sempat berjumpa.
Dia hanya sempat berjumpa dengan putra Kiai Makki yang bernama KH Hasyim yang tidak lain adalah kakeknya.
Namun, tidak banyak cerita atau biografi yang dirinya ingat tentang kisah kehidupan KH Makki.
Kecuali yang memang sudah familier didengar sebagai deklarator NU di Kabupaten Sampang.
Juga tentang isyarat Kiai Makki yang berpesan agar keturunannya tidak mudah memanfaatkan ketenaran dunia.
”Khawatir tidak kuat, akhirnya memunculkan sifat sombong,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di kompleks Perumahan Barisan Indah, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Senin (20/1).
Pria yang akrab disapa Lora Auk itu meyakini, pesan itu sangat relevan dengan situasi dan kondisi saat ini.
Mengingat, sebagian kalangan ada yang memanfaatkan garis keturunan untuk mendapat keuntungan, seperti yang familier disebut ”menjual nasab”.
Pria kelahiran 21 Februari 1962 itu juga sependapat dengan informasi bahwa penggagas penyebaran NU di Kabupaten Sampang juga ada peran KH Syabrawi dari Desa Prajjan.
Bahwa, Kiai Syabrawi dan Kiai Makki yang kemudian mendeklarasikan NU bertempat di Kampung Masegit.
”Kalau dari informasi yang berkembang memang yang mengawali NU di Kabupaten Sampang itu adalah dua kiai. Yakni, KH Syabrawi dan KH Makki,” terangnya. (jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti