SUMENEP, RadarMadura. Id - Potensi kebun kelapa yang selama ini hanya dijual mentah mulai diolah menjadi produk bernilai tambah.
Dari Desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, lahir minyak kelapa murni (VCO) bermerek Kletik Dungkek, sebuah produk rumahan yang menitikberatkan pada kesehatan dan kearifan lokal.
Pemilik usaha, Sofiyah, menuturkan, bahwa Kletik Dungkek merupakan minyak kelapa murni yang dibuat dari kelapa segar pilihan. Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri tanpa tambahan bahan kimia dan tanpa oplosan.
”Ini benar-benar minyak kelapa murni. Diambil dari kelapa segar dan diolah sendiri, ujarnya.
Sofiyah menjelaskan, gagasan memproduksi minyak kelapa tersebut berangkat dari keprihatinan melihat hasil kebun kelapa di Dungkek yang melimpah, namun selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah. Padahal, potensi ekonominya jauh lebih besar jika diolah.
”Saya berpikir, daripada dijual mentah terus, lebih baik dibuat minyak goreng yang lebih sehat, katanya.
Menurutnya, usaha Kletik Dungkek terbilang masih sangat muda. Produksi baru berjalan sekitar 15 hari. Namun, respons pasar cukup menggembirakan. Meski masih dipasarkan secara offline, permintaan terus mengalir.
”Alhamdulillah, sudah ratusan botol terjual secara manual, ungkap Sofiyah.
Dia menjelaskan, nama Kletik Dungkek sengaja dipilih untuk mengangkat identitas daerah. Menurut Sofiyah, Kecamatan Dungkek dikenal memiliki kebun kelapa yang berlimpah. Karena itu, produk ini diharapkan menjadi representasi potensi lokal yang diolah menjadi komoditas bernilai ekonomi. Saat ini, harga Kletik Dungkek dipatok Rp 37 ribu per botol isi 500 mililiter. Harga tersebut menyasar segmen menengah ke atas serta konsumen yang peduli pada pola hidup sehat.
Ke depan, lanjut dia, pemasaran Kletik Dungkek akan diperluas melalui platform digital. Di Shopee sudah tersedia, sementara TikTok Shop masih dalam proses. Namun, sebelum masuk lebih jauh ke pasar daring, pihaknya tengah mengurus sejumlah perizinan, seperti label halal, BPOM, dan nomor induk berusaha (NIB).
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid menjelaskan bahwa minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak yang dihasilkan dari kelapa segar tanpa proses pemanasan tinggi dan tanpa bahan kimia.
”VCO memiliki banyak manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara wajar, terangnya.
Menurut Chainur, VCO mengandung asam lemak rantai sedang (MCFA) seperti asam laurat yang mudah dicerna dan cepat diubah menjadi energi. Selain itu, minyak ini tidak mengandung lemak trans dan relatif lebih stabil, sehingga baik untuk kesehatan jantung. Asam laurat juga bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur yang mendukung daya tahan tubuh serta kesehatan pencernaan.
Tak hanya untuk konsumsi, VCO juga bersifat serbaguna. Bisa dimanfaatkan untuk memasak ringan, perawatan kulit dan rambut, hingga minyak pijat karena aromanya alami dan nutrisinya tetap terjaga.
”Untuk kesehatan jangka panjang, minyak kelapa murni lebih unggul. Namun, untuk gorengan skala besar dan pertimbangan hemat, minyak goreng biasa masih lebih praktis, jelasnya.
Hadirnya Kletik Dungkek diharapkan tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga mendorong masyarakat Dungkek untuk lebih berani mengolah potensi lokal. Dari kebun kelapa, kini tumbuh harapan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
”Ini bukti nyata Pemkab Sumenep melalui DKPP untuk selalu mendorong hilirisasi potensi kelapa lokal agar bernilai ekonomis, kata kadis DKPP. (*/han)
Editor : Amin Basiri