Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sektor Produksi Jadi Penopang, BRI Salurkan KUR Rp130,2 Triliun Hingga September 2025

Hendriyanto • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:54 WIB

BRI menggelontorkan kredit KUR maksimal kepada debitur.
BRI menggelontorkan kredit KUR maksimal kepada debitur.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hingga akhir September 2025, BRI mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur, atau setara 74,40% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 yang mencapai Rp175 triliun.

Data tersebut mempertegas posisi BRI sebagai lembaga keuangan yang paling konsisten dalam mendukung pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Penyaluran KUR ini tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput.

Menariknya, penyaluran KUR BRI hingga akhir September 2025 tetap didominasi oleh sektor produksi, mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa produktif lainnya. Totalnya mencapai 64,31% dari keseluruhan KUR yang disalurkan.

Dari total tersebut, sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan pembiayaan mencapai Rp58,37 triliun atau 44,83% dari total KUR BRI. Angka ini menunjukkan peran penting BRI dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta memperkuat ekosistem ekonomi berbasis produksi di daerah.

Baca Juga: Dorong Pendidikan Inklusif, BRI Salurkan Perahu Literasi ke Anak-Anak Pesisir Tolitoli

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan, pembiayaan KUR bukan hanya instrumen keuangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi rakyat. Menurutnya, BRI menempatkan KUR sebagai katalis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha kecil di seluruh pelosok negeri.

“Kami percaya bahwa KUR bukan sekadar pembiayaan, tetapi katalis yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Melalui KUR, BRI berupaya mendorong UMKM naik kelas sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin besar,” ujar Hery Gunardi.

Hery menambahkan, keberhasilan BRI menyalurkan KUR di sektor-sektor produktif menjadi bukti nyata keberpihakan bank terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini sekaligus sejalan dengan misi BRI untuk menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan produktivitas usaha kecil, pembiayaan KUR juga terbukti menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal di berbagai wilayah. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya kesulitan mengakses modal kini dapat memperluas usaha dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Penetrasi KUR BRI juga terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir September 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya — 14 rumah tangga pada 2022 dan 15 rumah tangga pada 2023.

Baca Juga: BRI Luncurkan Logo HUT ke-130, Usung Tema Satu Bank untuk Semua

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa BRI berhasil memperluas jangkauan layanan pembiayaan hingga ke lapisan masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh lembaga keuangan formal. Peran jaringan luas dan digitalisasi layanan menjadi faktor penting di balik capaian tersebut.

Secara kumulatif, sejak program KUR pertama kali disalurkan pada tahun 2015 hingga September 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.387 triliun kepada 45,5 juta penerima di seluruh Indonesia. Angka ini menjadikan BRI sebagai penyalur KUR terbesar dan paling berpengaruh terhadap perekonomian rakyat.

Dukungan tersebut juga menjadi bukti konkret kontribusi BRI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global. Dengan memperkuat basis produksi, BRI turut membantu menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

“Capaian ini menjadi bukti nyata peran BRI dalam mendorong pembiayaan produktif secara konsisten. Ke depan, BRI akan terus berkomitmen menjadi mitra utama bagi UMKM Indonesia untuk tumbuh berkelanjutan,” pungkas Hery.

Melalui strategi yang terintegrasi, digitalisasi pembiayaan, dan kemitraan dengan ekosistem UMKM, BRI optimistis dapat terus memperluas dampak positif KUR terhadap pembangunan ekonomi nasional. BRI bukan hanya menjadi lembaga pembiayaan, tetapi juga penggerak utama transformasi ekonomi rakyat di seluruh Indonesia. (dry)

Editor : Hendriyanto
#umkm #indonesia #KUR BRI #usaha mikro