JAKARTA, RadarMadura.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama Badan Bank Tanah memperkuat sinergi strategis dalam mendukung pembangunan dan investasi nasional. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Landbank Strategic Partnership Forum yang digelar di Grha BNI, Jakarta.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan investor untuk mendorong pemanfaatan lahan produktif milik negara secara optimal dan berkelanjutan. Sebanyak 54 rekanan Badan Bank Tanah dan 32 developer mitra BNI yang tergabung dalam lima asosiasi pengembang ikut hadir.
Kelima asosiasi itu meliputi REI, APERSI, APERNAS, HIMPERA, dan Pengembang Indonesia (PI). Hadir pula Plt. Kepala Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat, Direktur Institutional Banking BNI Eko Setyo Nugroho, dan SEVP Network & Sales BNI Sri Indira beserta jajaran.
Plt. Kepala Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat mengatakan, forum ini menjadi langkah penting dalam membuka akses kolaborasi pengelolaan lahan bernilai ekonomi tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa tanah bukan sekadar aset, tetapi fondasi kesejahteraan bangsa,” ujarnya.
Baca Juga: BNI Dorong Sports Tourism, 27.300 Pelari Ramaikan wondr Jakarta Running Festival 2025
Hakiki menjelaskan, Badan Bank Tanah berkomitmen untuk menjadi motor penggerak investasi melalui pengelolaan aset negara yang memberikan nilai tambah. Sinergi dengan lembaga keuangan seperti BNI diharapkan mempercepat realisasi pembangunan ekonomi nasional.
Direktur Institutional Banking BNI Eko Setyo Nugroho menegaskan dukungan penuh terhadap forum tersebut. Ia menyebut kerja sama ini merupakan bentuk sinergi konkret antara lembaga keuangan dan lembaga pengelola aset negara.
“Mandat Badan Bank Tanah sejalan dengan visi BNI sebagai bank BUMN yang selalu hadir memajukan ekonomi nasional,” kata Eko. Ia mengajak para investor dan pengembang berkolaborasi dalam proyek strategis di atas aset tanah yang terjamin dan terkelola baik.
BNI siap menjadi mitra strategis bagi para investor dan developer melalui berbagai solusi keuangan. Layanan yang disiapkan meliputi pendanaan proyek, pembiayaan sindikasi, serta cash management dan transaction banking terintegrasi.
Eko menilai kolaborasi ini mampu menciptakan rantai nilai pembangunan yang efisien dan berkelanjutan. Ia menambahkan, sinergi dengan Badan Bank Tanah juga mendukung program perumahan nasional bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga: UMKM Lokal Meriahkan wondr by BNI Indonesia Masters 2025 di Medan
“Ketersediaan lahan yang legal dan terkelola baik akan mempercepat penyediaan hunian layak serta mendukung pemerataan pembangunan,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa BNI ingin menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional yang berorientasi pada dampak sosial nyata.
Dalam rangkaian acara, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Bank Tanah dan Pemerintah Desa Kutuh. Lahan seluas 5.000 meter persegi di Bali akan dikembangkan menjadi kawasan penunjang pariwisata.
Selain itu, juga dilakukan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Bank Tanah dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. MoU ini bertujuan mengoptimalkan lahan negara untuk pengembangan ekosistem industri kelapa berkelanjutan.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tonja menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini penting untuk membuka potensi investasi daerah.
Baca Juga: Role Play Studio Malang Tembus Pasar Global Berkat Pembiayaan dan Pendampingan BNI
“Ini merupakan one stop solution. Badan Bank Tanah menyediakan lahan, pemerintah daerah memfasilitasi perizinan, dan BNI siap mendukung pembiayaan,” ungkap Sherly. Menurutnya, kerja sama ini akan mengoptimalkan lahan tidur menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi antara BNI, Badan Bank Tanah, dan pemerintah daerah diharapkan memperluas akses pembiayaan investasi nasional. Kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (dry)
Editor : Hendriyanto