SURABAYA - Djoko Siswanto selaku sekretaris Dewan Energi Nasional (DEN) menuturkan, perlu adanya perubahan pola pikir atau paradigma tentang industri hulu migas di Indonesia. Hal itu diungkapkan dalam webinar bertema "Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Road Map Energi" Selasa (12/10).
”Paradigma migas yang tadinya disebut sebagai sumber pendapatan negara kini harus diubah menjadi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesinambungan ekonomi di daerah maupun pusat,” ucapnya.
Djoko menambahkan, berdasarkan target KEN dan RUEN di tahun 2025–2050, industri hulu migas masih berkontribusi besar dalam pemenuhan energi nasional. ”Artinya, migas masih menjadi andalan dalam pemenuhan energi negeri,” pungkasnya.
Webinar kali ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang memunculkan berbagai diskusi menarik seperti transformasi energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) hingga ketersediaan sumur di daerah penghasil migas di Jatim dan Madura.
Acara tersebut diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang tergabung dalam Forum Kehumasan Industri Hulu Migas (FKIHM).
Selain Djoko Siswanto, sosok yang menjadi pembicara dalam webinar bertema ”Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Road Map Energi” tersebut adalah Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi.
Webinar tersebut dihadiri Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron dan Wabup Mohni. Termasuk Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan dan pejabat dari Pemkab Blora, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Jabanusa, perwakilan dari KKKS serta rekan-rekan jurnalis. (*)
Editor : Administrator