TRK Bangkalan Dibiarkan Rusak dan Terbengkalai

Amin Bashiri • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:49 WIB
KUMUH: Taman Rekreasi Kota Bangkalan kering akibat kemarau panjang, Kamis (23/9).
KUMUH: Taman Rekreasi Kota Bangkalan kering akibat kemarau panjang, Kamis (23/9).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan tak terurus. Bahkan, sejumlah fasilitas dibiarkan rusak dan tidak terawat.

 Area terbuka itu juga mulai dipenuhi rumput liar sehingga terkesan terbengkalai.

Halbi, warga Kelurahan Pangeranan menyatakan, penataan TRK seharusnya tidak dilakukan secara parsial.

Keberadaan stadion dan kolam renang di sekitarnya juga dinilai bisa diintegrasikan sehingga membentuk kawasan rekreasi terpadu. 

Dia mengatakan, selain wahana bermain keluarga, TRK diharapkan dapat dilengkapi area usaha seperti tempat berjualan dan hotel.

”Karena di sebelah barat ada stadion dan juga kolam renang, kenapa tidak disatukan semuanya? Bisa menjadi wahana untuk keluarga, wisata bermain, hotel, dan tempat berjualan,” ujarnya kemarin (27/9).

Jihan, warga lainnya menilai, konsep baru harus dibarengi dengan pengelolaan yang konsisten. ”Kebersihan dan ketertiban menjadi hal penting agar TRK tidak kembali terbengkalai setelah ditata,” ucapnya.

Dia juga mengusulkan adanya area bebas rokok. Fasilitas tersebut dinilai penting, mengingat kawasan TRK nantinya diharapkan menjadi ruang publik yang banyak dikunjungi keluarga dan anak-anak.

Kepala Dispora Bangkalan Moawi Arifin belum memberikan tanggapan mengenai masa depan pengelolaan aset pemkab tersebut. Saat dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan tidak merespon. (ina/jup) 

Editor : Amin Bashiri
TRK Bangkalan fasum tidak terawat