BANGKALAN, RadarMadura.id – Usai rangkaian final dan pengumuman pemenang di ruang aula FEB UTM, kegiatan NE2C 2026 juga dilanjutkan dengan agenda Focus Group Discussion (FGD) Peluang Kemitraan Strategis.
Agenda tersebut menjadi momentum bagi Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan FEB UTM untuk membuka ruang kolaborasi dengan sekolah-sekolah yang menjadi perwakilan finalis.
Dalam FGD tersebut membahas berbagai bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah.
Beberapa peluang kemitraan yang dibahas meliputi program tutor untuk siswa SMA, community service, pembimbingan karya tulis ilmiah, serta pengembangan international partnership.
Baca Juga: FK UTM Siapkan Dokter Masa Depan: Perkuat Ilmu, Iman, Integritas, dan Ketangguhan Mental Mahasiswa
Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk memperoleh pengalaman akademik, meningkatkan kemampuan dalam menyusun karya ilmiah, serta mengenal lebih luas perguruan tinggi.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) Prof. Dr. Sutikno, S.E., M.E., menyampaikan, pelaksanaan NE2C 2026 menjadi bagian dari komitmen institusinya dalam memperluas ruang pembelajaran dan pengembangan potensi generasi muda di bidang ekonomi.
Menurutnya, kompetisi esai tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan akademik, tapi juga mendorong mereka untuk lebih peka terhadap berbagai persoalan ekonomi dan pembangunan di lingkungan sekitar.
”NE2C merupakan salah satu bentuk kontribusi Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang memberikan manfaat, baik nasional maupun internasional bagi kedua belah pihak.
”Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara kampus dan sekolah,” harapnya.
Dalam pengembangan kerja sama internasional, Prodi Ekonomi Pembangunan juga membuka peluang kolaborasi yang melibatkan rekan mahasiswa internasional.
Kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa SMA untuk berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, mengenal perspektif lintas budaya, serta memperluas wawasan mengenai isu ekonomi dan pembangunan di tingkat global.
Baca Juga: Kompetisi NE2C 2026 Sukses Digelar, MAN 3 Jembrana, Bali, Rengkuh Gelar Juara Umum
Dia juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi, tetapi dapat berkembang menjadi jembatan kemitraan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan, karya ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta wawasan global bagi generasi muda.
”Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UTM berkomitmen untuk terus membangun ruang akademik yang mempertemukan perguruan tinggi dengan generasi muda melalui kompetisi, pembelajaran, penelitian, pengabdian,” tambahnya.
NE2C 2026 tidak hanya menjadi kompetisi untuk mencari karya terbaik, namun juga bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi pendidikan dan ekonomi yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus mendukung pengembangan generasi muda yang kritis, inovatif, mampu menyampaikan gagasan secara akademis, dan memiliki wawasan global.
”Selamat kepada seluruh pemenang dan finalis NE2C 2026. Semoga gagasan dan pengalaman yang diperoleh selama kompetisi dapat terus berkembang, menjadi bekal untuk memasuki dunia perguruan tinggi,” tutupnya. (za)
Editor : Hera Marylia