Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tiga Ormas Madas Bentuk Bamus Madura, Siap Dorong Investasi dan Stabilitas

Hendriyanto • Rabu, 1 April 2026 | 19:28 WIB
SOLID: Wagub Jawa Timur Emil Elestyanto Dardak menyampaikan sambutan pada acara Bamus Madas di Gedung Serbaguna Rato Ebu Bangkalan, Rabu (1/4).
SOLID: Wagub Jawa Timur Emil Elestyanto Dardak menyampaikan sambutan pada acara Bamus Madas di Gedung Serbaguna Rato Ebu Bangkalan, Rabu (1/4).

BANGKALAN, RadarMadura.id— Tiga organisasi masyarakat (ormas) Madura Asli (Madas) resmi membentuk Badan Musyawarah (Bamus) Madura.

Pembentukan ini dilakukan dalam suasana halal bihalal di Gedung Serba Guna Rato Ebhu, Bangkalan, Rabu (1/4).

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Kegiatan ini menjadi titik awal konsolidasi untuk menyatukan arah gerak organisasi.

Tiga ormas yang terlibat yaitu Madas Nusantara, Madas Serumpun, dan Madas Sedarah. Ketiganya sepakat menyatukan visi agar Madura maju dengan wajah baru.

Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal, menegaskan bahwa Bamus bukan sekadar forum komunikasi. Bamus berperan membina, menguatkan, dan memodernisasi ormas agar berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Bamus ini wadah bersama. Kita siapkan ormas agar lebih mandiri, terarah, dan punya daya dorong terhadap masuknya investasi,” ujarnya.

Ia mengakui Madura masih dibayangi stigma negatif di mata investor. Isu konflik, gangguan keamanan, hingga ekonomi biaya tinggi dinilai menjadi hambatan utama.

“Banyak yang ragu masuk karena persepsi lama itu. Ini yang ingin kita ubah,” tegasnya.

Melalui Bamus, pihaknya berkomitmen menjadi jembatan antara masyarakat, organisasi, dan pelaku usaha. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi gesekan sekaligus memberikan rasa aman bagi investor.

Bamus juga menyiapkan langkah konkret dengan menjalin komunikasi bersama organisasi pengusaha. Di antaranya Kadin, Apindo, dan Hipmi untuk mendorong kepercayaan investasi di Madura.

“Ayo investasi ke Madura. Kita pastikan kondusif. Kalau ada gangguan, itu jadi tanggung jawab kami,” tandasnya.

Selain itu, isu tenaga kerja lokal menjadi perhatian utama. Jusuf menegaskan masyarakat Madura harus menjadi penerima manfaat utama dari investasi yang masuk.

“Orang Madura harus jadi prioritas. Kita siapkan kualitasnya,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambut positif pembentukan Bamus Madura. Ia menilai forum ini penting untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan.

“Ini ruang yang baik untuk menyerap aspirasi dan membangun kesepahaman dalam suasana kekeluargaan,” ujarnya.

Emil menekankan bahwa stabilitas sosial menjadi kunci kemajuan Madura. Iklim investasi yang sehat dinilai penting untuk mendorong pembangunan daerah.

“Investasi harus berjalan lancar, tanpa gangguan. Itu syarat Madura bisa berkembang,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat Madura di perantauan. Mereka dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga citra daerah.

“Madura dikenal dengan budaya, keramahan, dan kekuatan sosialnya. Itu harus terus dijaga,” pungkasnya. (gik/dry)

Editor : Hendriyanto
#Madura Bersatu #Madas #bangkalan #wakil gubernur #emil dardak