BANGKALAN, RadarMadura.id – Warga Perumahan Griya Anugerah belum mendapatkan kepastian soal status lahan perumahan yang ditempati. PT Golden Mirin yang merupakan pengembang dari perumahan itu terkesan lepas tanggung jawab.
Aksi protes corat-coret tembok sudah warga lakukan sebagai bentuk protes terhadap pengembang dan BTN Bangkalan. Sebab, lahan perumahan yang mereka tempati diduga milik Perhutani. Indikasinya, sebagian warga mengaku dipersulit untuk melakukan balik nama sertifikat.
Lilik Komariyah, salah satu penghuni Griya Anugerah mengaku terkejut saat mengetahui masalah status perumahan yang ditempati. Sehingga, pihaknya langsung mempertanyakan masalah itu ke marketing PT Golden Mirin. ”Tapi, jawabannya tidak jelas,” terangnya.
Asri, marketing PT Golden Mirin tidak berkomentar saat dikonfirmasi tentang status lahan Griya Anugerah. Dia terkesan menghindar dan menyarankan agar menghubungi bagian legalitas.
”Sebaiknya ke bagian legalitas saja, saya tidak berani ngomong, khawatir salah ngomong dan menimbulkan kesalahpahaman,” dalihnya.
Sekadar informasi, hingga Senin (17/11) warga setempat terus bermusyawarah untuk meminta pertanggungjawaban pihak pengembang. Spanduk terlihat terbentang di pintu masuk Perumahan Griya Anugerah yang beralamat di Kelurahan Mlajah, Bangkalan. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti