BANGKALAN, RadarMadura.id – Jamil Achmadi tidak pernah menyangka sapi peliharaannya dipinang Presiden RI Prabowo Subianto. Sapi yang diberi nama Bimo tersebut dijadikan hewan kurban di Kabupaten Bangkalan saat Hari Raya Idul Adha 2025.
”Sebelumnya, saya memang coba ajukan (penjualan), tiba-tiba ada pesan WhatsApp dari Sekretariat Kepresidenan untuk dilihat. Kemudian dicek Kamis (22/5), alhamdulillah cocok,” ujar Jamil.
Pria asal Desa Katol Timur, Kecamatan Kokop memaparkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam penawaran. Yakni, beratnya minimal 800 kilogram, lalu kondisi sapinya harus dalam sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.
”Jenisnya simmental cross, berat satu ton lebih. Dibanderol dengan harga Rp 90 juta, sudah temasuk biaya perawatan dan pengiriman,” tuturnya.
Sapi yang dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia itu didapatkan dari temannya seharga Rp 40 juta pada 2022. ”Saya beli 2022 akhir. Sejak awal saya memang jaga dan atur betul pola pakannya, karena itu salah satu sapi kesayangan,” sebutnya.
Saat ini sapi di kandangnya tersebut sudah milik Presiden Prabowo. Pihaknya menerapkan sistem perawatan yang ketat. Dirinya tidak ingin sapi kurban Prabowo yang di Polewali Mandar, Sulawesi Barat terjadi terhadap Bimo.
”Kandang hampir setiap hari disemprot disinfektan. Kalau saya dari luar, misalnya pasar, saya mandi dulu dan ganti baju, baru masuk kandang. Untuk menjaga agar tidak terserang virus,” ungkapnya.
Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Iskandar Ahadiyat mengaku mengecek sapi yang dilirik tim dari Kesekretariatan Negara dan Dirjen PKH. Perawatan dilakukan secara khusus agar tetap sehat hingga waktu penyembelihan, Jumat (6/6).
”Sudah disuntik anticacing, tim dokter juga diturunkan untuk memantau kondisinya. Pakannya makek konsentrat bergizi tinggi dan rumput yang bagus. Rencananya akan dikirim ke Masjid Pragalba di halaman kantor pemkab, Kamis (5/6),” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti